Siapa Calon Pengganti Roman Abramovich di Chelsea? Tunggu Pengumuman Raine Group

Hansjorg Wyss adalah sosok pertama yang menyatakan ingin membeli Chelsea bahkan sebelum pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi ke Roman Abramovich.

Dikutip dari Goal, Wyss adalah pengusaha asal Swiss yang merupakan pendiri dan mantan presiden sebuah perusahaan perangkat medis, Synthess.

Kekayaan Wyss diperkirakan mencapai 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 71,8 triliun.

Dalam keterangannya pada awal Maret lalu, Wyss menyatakan ingin membeli Chelsea bersama konsorsium yang terdiri dari enam sampai tujuh investor.

Di sisi lain, Nick Candy adalah seorang pengusaha properti asal Inggris.

Nick Candy sangat sering disebut karena dirinya mengaku sebagai fans Chelsea sejak kecil yang juga memiliki tiket musiman.

Terkini, Nick Candy dikabarkan sudah menaikkan tawarannya untuk membeli Chelsea setelah mendapatkan sokongan dana dari dua perusahaan Korea Selatan, yakni Hana Financial Group dan C&P Sports Group.

Adapun keluarga Ricketts adalah pemilik klub bisbol Amerika Serikat, Chicago Cubs.

Salah satu anggota keluarga Ricketts adalah Joe yang kini berstatus pemimpin platform penjualan barang elektronik, TD Ameritrade.

Keluarga Ricketts saat ini ramai dibicarakan karena ditentang oleh banyak fans Chelsea di London, Inggris.

Dikutip dari Evening Standard, banyak fans Chelsea menentang karena sejarah kasus rasialisme dan cara keluarga Ricketts mengelola Chicago Cubs.

Adapun beberapa pihak lain yang juga dikabarkan sudah mengajukan penawaran untuk membeli Chelsea adalah Michael Broughton, Sebastia Coe, hingga Saudi Media Group.

Berdasarkan uraian di atas, era baru Chelsea tanpa Roman Abramovich kemungkinan akan dimulai sebelum musim depan.

Roman Abramovich terpaksa harus melepas Chelsea setelah dirinya dicekal oleh pemerintah Inggris pada awal Maret lalu.

Pemerintah Inggris mengklaim Roman Abramovich sebagai salah satu oligarki Rusia yang memiliki hubungan erat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Abramovich juga disebut terlibat dalam operasi militer atau invasi Rusia ke Ukraina yang sampai saat ini masih berlangsung.

Abramovich sebenarnya sudah menyerahkan kepengurusan Chelsea ke para wali yayasan amal klub pada Sabtu (26/2/2022) waktu setempat.

Namun, Abramovich tetap harus menjual Chelsea karena dirinya tidak diperbolehkan berbisnis atau melakukan transaksi di Inggris Raya.

Seluruh aset Roman Abramovich di Inggris Raya juga sudah dibekukan.

Sanksi pemerintah Inggris terhadap Abramovich juga memengaruhi operasional Chelsea.

Meski masih diperbolehkan berkompetisi, Chelsea saat ini tidak diizinkan melakukan aktivitas transfer pemain hingga menjual tiket pertandingan.

Adapun anggaran Chelsea untuk pertandingan kandang maupun tandang juga dibatasi.

Deretan sanksi tersebut kemungkinan akan dicabut setelah Chelsea mendapatkan pemilik baru.

editor : NMD
sumber : kompas.com