BREAKING NEWS Jokowi Pastikan Ramadhan dan Lebaran 2022, Bisa Tarawih Berjemaah di Masjid dan Mudik

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Berbeda dengan tahun sebelumnya, Ramadhan dan lebaran umat Islam ‘dilarang’ untuk sholat berjamaah dan mudik.

Ramadhan dan lebaran Tahun ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan umat Islam bisa Tarawih berjemaah di masjid dan mudik.

Presiden Jokowi menyampaikan ada tiga kebijakan pemerintah yang bersifat pelonggaran terkait pandemi Covid-19 menjelang datangnya Ramadhan dan Idul Fitri 2022.

# Baca Juga :Gubernur Kalsel Paman Birin Gencarkan Vaksinasi Bergerak, Kejar Target 70 Persen Dosis Kedua Sebelum Ramadhan

# Baca Juga :BREAKING NEWS KPI Larang Pendakwah dari Organisasi Terlarang Ceramah pada Ramadhan 1443 H

# Baca Juga :Jelang Ramadhan 2022, Harga Sembako di Palangkaraya Naik, Telur dan Beras Lebih Mahal Rp1.000

# Baca Juga :Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1443 H pada 2 April 2022, Berdasarkan Hisab Hakiki Wujudul Hilal

Tiga kebijakan ini diumumkan seiring membaiknya kondisi pandemi di Tanah Air.

Menurut Jokowi kondisi pandemi yang membaik membawa optimisme jelang bulan Ramadhan.

Oleh karenanya pemerintah membolehkan kembali pelaksanaan shalat berjemaah di masjid.

“Tahun ini umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah shalat tarawih berjamaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Jokowi dalam keterangan video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/3/2022).

Kebijakan kedua yakni, pemerintah tak lagi melarang mudik seperti pada dua Lebaran sebelumnya.

Namun, Presiden mengingatkan, sebagai syarat yakni masyarakat sudah divaksin Covid-19 dosis pertama, dosis kedua dan mendapatkan vaksin booster.

“Dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan 1 kali booster serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” lanjutnya.

Meski ada dua kebijakan pemerintah yang bersifat pelonggaran, tetapi masih ada larangan pelaksanaan buka bersama dan open house.

Menurut Jokowi, larangan ini ditujukan bagi pejabat dan pegawai pemerintah.

“Untuk pejabat dan pegawai pemerintah kita masih melarang untuk melakukan buka puasa bersama dan juga open house,” tegas Jokowi.