Kepala Negara pun berharap, tren kondisi pandemi yang semakin membaik ini dapat dipertahankan.
Dia juga mengingatkan masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan.
“Saya minta kita semuanya tetap menjalankan protokol kesehatan. Disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak terima kasih,” tambah Jokowi.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah akan menerbitkan aturan resmi terkait pelaksanaan mudik Lebaran 2022 melalui Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan dan SE Satgas Penanganan Covid-19.
“Nanti kita akan formalkan dalam SE Menteri Perhubungan dan Kepala BNPB (Satgas Penanganan Covid-19),” kata Budi dalam konferensi pers secara virtual, Rabu.
Budi memperkirakan SE tersebut akan terbitkan pada pekan depan.
Tak perlu hasil tes
Budi mengatakan, warga yang sudah melengkapi vaksinasi dosis kedua ditambah vaksin booster tidak perlu melampirkan hasil negatif tes antigen dan PCR sebagai syarat perjalanan mudik Lebaran 2022.
Namun, bagi masyarakat yang baru disuntik dua dosis vaksin tetap harus melampirkan hasil negatif Covid-19 dari tes antigen.
Budi mengatakan, pemerintah tetap menyediakan posko vaksinasi bila pemudik ingin melakukan vaksinasi booster.
“Kalau mereka mau di-booster saat itu nanti dipersiapkan oleh Kementerian Perhubungan,tempat-tempat vaksinasi gratis di fasilitas-fasilitas angkutan umum,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Budi memastikan stok vaksin Covid-19 untuk dua dosis sampai booster atau dosis ketiga masih cukup hingga empat bulan mendatang.
Menurut Budi, persediaan vaksin Covid-19 di dalam negeri memadai, termasuk jika pemerintah melakukan peningkatan pemberian vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi para pemudik pada Idul Fitri sebelum mereka melakukan perjalanan pulang kampung.
“Masih ada 80 juta dosis vaksin untuk suntik booster dan suntik dosis kedua,” kata Budi.







