Invasi ke Ukraina, Mungkinkah Jadi Tanda Berakhirnya Rezim Putin? Ini Panjelasan 2 Mantan Agen KGB

KALIMANTANLIVE.COM – Invasi Rusia terhadap Ukraina yang berjalan satu bulan lebih ini, akankah menjadi akhir dari pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut penilaian agen Badan Intelijen Uni Soviet (KGB), Jack Barsky dan Oleg Kalugin, invasi pasukan Putin ke Ukraina bisa manjadi sinyal bakal tumbangnya Putin.

Kalugin, yang merupakan mantan bos KGB sekaligus anggota utama KGB Rusia mengatakan, Putin saat ini sedang berada di akhir masa pemerintahannya.

# Baca Juga :Dianggap Sebarkan Hoaks Operasi Militer di Ukraina, Rusia Blokir Google News

# Baca Juga :Dapat Sanksi Barat karena Invasi ke Ukraina, Rusia Hadapi Lonjakan Inflasi

# Baca Juga :RESMI, Amerika Nyatakan Rusia Lakukan Kejahatan Perang di Ukraina

# Baca Juga :Waduh! Rusia Mengancam Tembakan Senjata Nuklir Jika Ada Ancaman Soal Kedaulatan Negara

Sebab, ujar dia, sebagian besar warga Rusia meyakini bahwa sang presiden sudah tak lagi dapat dipertimbangkan untuk dipilih.

“Opini publik di Rusia di bawah Putin sama seperti di bawah Joseph Stalin. Bukan masalah berapa banyak orang yang memilih. Ini masalah siapa yang diperhitungkan,” kata Kalugin dalam wawancara dengan News Nation, dikutip Kamis (24/3).

“Bagi sebagian orang, kedengarannya cukup meyakinkan tetapi bagi sebagian besar orang Rusia, sejauh yang saya tahu, Putin sedang dalam perjalanan keluar,” lanjutnya.

Senada, Jack Barsky juga mengatakan Putin saat ini berada dalam penjagaan yang amat ketat usai menyerang Ukraina. Ia menilai, invasi itu akan membuat Putin terjerembab ke dalam situasi buruk.

“Anggap saja ia bisa bertahan dari sini, sebut saja tak ada kudeta melawannya dalam waktu lama. Tapi ia akan menghadapi masalah jika terus melakukan ini (invasi Ukraina) jika banyak tentaranya yang tewas. Ia akan mendapati Afghanistan,” tutur Barsky merujuk pada keruntuhan Uni Soviet usai menginvasi Afghanistan pada 1979.

“Anda tahu, Afghanistan merupakan awal keruntuhan Uni Soviet. Ukraina mungkin saja menjadi awal berakhirnya Putin sebagai diktator,” ia melanjutkan.

Namun demikian, Kalugin menilai Putin tak akan merelakan begitu saja kejatuhan rezimnya. Ia menduga sang presiden akan melakukan berbagai cara agar tetap bisa berkuasa.

“Dia akan mencoba melakukan semua yang dia bisa untuk tetap berkuasa dan, tentu saja, menyingkirkan semua saingan potensial,” ujarnya.