BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Sebagai wujud rasa syukur usia ke-58,Bank Kalsel menggelar sholat hajat serta pemberian santunan kepada kepada Kaum Masjid, Anak Panti Asuhan dan Anak Tahfiz Alquran kurang mampu, di Kantor Pusat Bank Kalsel Banjarmasin, Kamis (24/3/2022) malam.
Menurut Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya, tepat tanggal 25 Maret 2022, Bank Kalsel berusia 58 tahun, usia yang cukup panjang bagi sebuah perusahaan.
Penambahan usia ini yang membuat Bank Kalsel semakin matang karena ditempa berbagai tantangan dan hambatan. Tetapi alhamdulillah hingga saat ini Bank Kalsel masih kokoh berdiri sebagai salah satu BUMD yang cukup disegani, ujarnya.
BACA JUGA:
Gelar Tasyakuran HUT Ke-58, Hanawijaya : Bank Kalsel Siap Bersaing di Kancah Digital Banking
BACA JUGA:
Diikuti Sebanyak 558 Orang, Vaksinasi Massal HUT ke-58 Bank Kalsel Lampau Target
Kini, Bank Kalsel telah memposisikan diri sebagai lembaga jasa keuangan yang mampu bersaing dengan perbankan lainnya. Berbagai bentuk inovasi selalu dihadirkan dari tahun ke tahun, dalam rangka mewujudkan mimpi untuk menjadi motor penggerak perekonomian di daerah.
Dirut Hanawijaya menuturkan, sebagai wujud rasa syukur atas pencapaian positif yang telah diraih selama ini, hari ini (24/3/2022) Bank Kalsel menggelar Sholat Hajat, Tausiah sekaligus pemberian santunan kepada Kaum Masjid, Anak Panti Asuhan dan Anak Tahfiz Alquran kurang mampu yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Kantor Cabang Bank Kalsel dengan tema “Menjadi Insan yang Bermanfaat dengan Selalu Menyebarkan Kebaikan Tanpa Batas”.

Penerima santunan adalah yang termasuk dalam kategori 8 (delapan) Asnaf atau orang yang berhak menerima zakat, yaitu kategori Asnaf Masakin. Khusus untuk kegiatan Tausiah sendiri diisi oleh KH Muhammad Hatim Salman Lc.
“Pelaksanaan Shalat Hajat merupakan agenda rutin yang kami laksanakan setiap momen bertambahnya usia. Selain sebagai wujud rasa syukur, kegiatan tersebut juga dilaksanakan untuk mempermudah terkabulnya do’a serta dihindarkan dari segala hambatan maupun hal-hal negatif, sehingga ke depan Bank Kalsel dapat terus survive dan exist di tengah gempuran disrupsi digital,” kata Hanawijaya.







