engapa Tombol F dan J pada Keyboard Ada Tonjolan? Ini Penjelasan Lengkapnya

KALIMANTANLIVE.COM – Keyboard terdiri dari susunan alfabet A – Z, angka 0-9, dan berbagai simbol – simbol tertentu untuk menjalankan perintah khusus di perangkat komputer.

Keyboard juga merupakan bagian dari perangkat keras komputer yang digunakan untuk memasukkan teks, karakter, dan perintah lain ke dalam PC atau laptop.

Bukan hanya itu saja, keyboard juga berfungsi sebagai tombol pintasan atau biasa disebut dengan shortcut yang berguna untuk membuka berbagai menu atau program di komputer.

# Baca Juga :Di Kandang Xiaomi, Oppo, Vivo, Ternyata iPhone 13 Smartphone Laku Keras, Ini Faktanya

# Baca Juga :RESMI, Samsung Luncurkan Galaxy A53 5G dan A33 5G, Ini Harga dan Spesifikasinya

# Baca Juga :Tiga Laptop Premium dari Lenovo Meluncur Dibanderol dari Rp15 Juta hingga Rp20 Juta

# Baca Juga :VIRAL Petugas Maskapai Lempar Bagasi Lewat Tangga Pesawat, Lion Air Bilang Masih Menyelidiki Vodeo Itu

Menggunakan shortcut bagi sebagian pengguna dirasa lebih cepat dan efisien dibanding harus mengarahkan mouse atau touchpad untuk membuka menu tertentu.

Penggunaan keyboard memang tidak terlepas dari keseharian kita seperti bekerja atau belajar menggunakan laptop atau PC. Tombol – tombol tersebut membantu pengguna mengetik berbagai data baik berupa huruf maupun angka pada layar monitor.

Namun, pernahkah Anda memperhatikan komponen dan tata letak keybord yang biasa digunakan?

Mengapa Tombol F dan J di Keyboard Ada Tonjolan?

Jika diperhatikan , Anda akan menemui tombol keyboard pada huruf dan F dan J yang memiliki tonjolan kecil dan tidak dimiliki pada tombol huruf lainnya.

Tonjolan kecil pada keyboard F dan J tersemat bukan karena tidak memiliki fungsi dan arti tertentu. Namun kedua tanda ini ternyata memiliki fungsi penting bagi pengguna dalam proses pengetikan.

Dilansir dari Southern Living, tonjolan pada huruf F dan J dimaksudkan untuk membantu Anda memposisikan tangan dengan benar saat mengetik.

Ini adalah salah satu metode mengetik yang disebut touch typer. Metode ini ditemukan oleh Frank Edward McGurrin pada 1888, dan dianggap dianggap bisa meningkatkan kecepatan dan akurasi ketika mengetik.

Pada 2002, June E Botich asal Naples, Florida mematenkan versi modifikasi dari tuts ‘F’ dan ‘J’. Sejak saat itu, panduan taktis ini telah menjadi standar di hampir semua keyboard komputer maupun laptop.

Tonjolan kecil tersebut berguna untuk meningkatkan efisiensi dalam mengetik dan mempercepat proses pengetikan. Hal ini juga berguna untuk meminimalisir kesalahan dalam pengetikan.