Penyedia Teknologi Militer ke Rusia Terancam Kena Sanksi AS

kalimantanlive.com – Departemen Keuangan Amerika Serikat secepatnya pekan depan akan mengumumkan sanksi bagi perusahaan yang menyediakan teknologi militer ke Rusia.

Laporan itu mengutip sejumlah pejabat AS.

Pemerintahan Joe Biden sedang mempersiapkan sanksi yang mengincar perusahaan-perusahaan Rusia yang menyediakan barang dan layanan ke militer dan badan intelijen Moskow, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, Jumat (25/3).

Pihak departemen enggan mengomentari laporan WSJ.

Sebagian besar perusahaan yang bakal dikenai sanksi di antaranya Serniya Engineering dan pembuat peralatan Sertal.

BACA JUGA: Invasi ke Ukraina, Mungkinkah Jadi Tanda Berakhirnya Rezim Putin? Ini Panjelasan 2 Mantan Agen KGB

BACA JUGA: Joe Biden Ingin G20 Depak Rusia, Tapi Indonesia Berkeras Tetap Undang Vladimir Putin

Kedua perusahaan itu sebelumnya dimasukkan ke daftar larangan ekspor teknologi sensitif AS, tulis laporan tersebut.

Kendati telah dilarang, kedua perusahaan itu masih dapat melakukan transaksi bisnis, kata WSJ.

AS dan sekutunya pada Kamis meningkatkan tekanan terhadap Moskow karena agresi militernya di Ukraina.

Washington memberlakukan sanksi tambahan terhadap puluhan perusahaan pertahanan Rusia, ratusan anggota parlemen dan juga bos dari bank terbesar di negara tersebut.

Editor: M Khaitami
Sumber: Antara News