Ratusan Warga dan Emak-emak di Sumedang Rela Antre Sejak Pagi Demi Minyak Goreng Curah 4 Kg

SUMEDANG, KALIMANTANLIVE.COM – Antrean panjang warga plus emak-emak yang mengantre untuk membeli minyak goreng curah sudah terjadi sejak Senin (28/3/2022) pagi hingga pukul 12.00 WIB.

Ratusan warga ini dari sejumlah wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Mereka rela antre panjang, panas-panasan dan berjam-jam demi mendapatkan minyak goreng curah.

Antrean terpantau membuat jalur Jalan Serma Muchtar di wilayah Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang menjadi macet.

# Baca Juga :Mahasiswa di Banjarmasin Tuntut Harga Minyak Goreng Turun, Ngeluruk ke Jalan Lambung Mangkurat dekat DPRD Kalsel

# Baca Juga :UPDATE Daftar Harga Minyak Goreng Hari Ini Senin 28 April 2022: dari SunCo, Filma hingga Bimoli di Indomart & Alfamart

# Baca Juga :Menanti Pengumuman Tertuduh Mafia Minyak Goreng versi Mendag M Lutfi, Janji 1 – 2 Ini Dipublikasikan

# Baca Juga :Alasan Pemerintah Rombak Total Kebijakan Minyak Goreng Curah, Sekarang Berbasis Industri

Salah seorang warga Lingkungan Darangdan, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Mina Rahmawati (38) mengatakan, ia ikut antre untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng pada bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah.

“Iya menjelang puasa mau nyetok, nanti takutnya habis, sekarang ini juga kan harga minyak kemasan mahal. Jadi ikut ngantri beli minyak goreng kiloan di sini,” ujar Mina kepada Kompas.com saat mengantre di distributor minyak goreng curah di Jalan Serma Muchtar, Sumedang kota.

Mina menuturkan, meskipun pihak distributor hanya memberikan jatah sebanyak 4 kilogram per orang, namun harganya relatif murah jika dibandingkan dengan minyak kemasan. Harga minyak goreng curah tersebut hanya Rp 17.000 per kilogram.

“Iya lumayan harganya Rp 17.000 per kilogram bisa dapat 4 kilogram. Dengan begitu saya jadi gak khawatir puasa nanti sudah punya minyak goreng,” tutur Mina.

Warga lainnya, Iyus Rusyana (48), asal Kecamatan Cimalaka menuturkan, ia ikut antre bersama istrinya supaya bisa mendapat jatah lebih banyak.

“Per orang per kepalanya kan dijatah 4 kilogram, jadi saya, istri sama anak ikut antre. Biar punya stok buat puasa,” tutur Iyus.

Iyus mengatakan, minyak kemasan yang harganya mencapai Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kilogram tidak terjangkau olehnya.

“Ya makanya sekarang ini beralih ke minyak kiloan, memang sekarang masih terbilang langka tapi harganya lebih murah jadi kami rela antre untuk mendapatkannya. Kalau nanti puasa takutnya makin langka, jadi mulai nyetok sekarang,” sebut Iyus.

Sementara itu, salah seorang karyawan perusahaan distributor mengatakan, pemilik tidak ada di tempat.

“Saya hanya pegawai di sini. Yang pasti per orang dapat jatah 4 kilogram,” kata pegawai yang mengaku bernama Asep ini kepada Kompas.com.

editor : NMD
sumber : kompas.com