Bagaimana Cara Jaga Kolesterol saat Puasa? Ini Penjelasan Dokter

KALIMANTANLIVE.COM – Bulan Ramadhan 1443 Hijriah tinggal beberapa hari lagi, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan saat menjalankan ibadah wajib bagi kaum muslim tersebut.

Jangan sampai kadar kolesterol meningkat selama berpuasa di bulan Ramadan.

Untuk itu, penting untuk menjaga kadar kolesterol saat berpuasa dengan mengadopsi pola makan gizi seimbang.

# Baca Juga :BPJS Kesehatan Rubah Tarif Layanan Kesehatan, Cashflow untuk RS, Kesejahteraan Dokter dan Tenaga Medis

# Baca Juga :MAU Tahu Bahaya Minyak Jelantah Bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Memicu Penyakit Mematikan Ini

# Baca Juga :Dokter Terawan Dipecat dari IDI Secara Permanen, Ini Daftar Kesalahan yang Dilakukan Eks Menteri Kesehatan

# Baca Juga :Yani Helmi : Perda No 1 Tahun 2021 Payung Hukum bagi Masyarakat Dapatkan Pelayanan Kesehatan Maksimal

Dokter spesialis gizi klinis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Sheena R. Angelia mengungkapkan banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik saat berpuasa kemudian tanpa disadari melakukan pola diet yang kurang sehat dengan makan makanan berkolesterol tinggi saat berbuka puasa.

Kombinasi dua hal tersebut, kata Sheena, dapat berisiko terhadap kesehatan.

“Tanpa disadari, kita suka berbuka puasa dengan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti daging berlemak, jeroan, junk food, atau makanan tinggi lemak jenuh lainnya, seperti makanan dan minuman bersantan, gorengan, sebagai reward setelah berpuasa selama belasan jam. Alhasil, kadar kolesterol jahat dalam tubuh pun meningkat,” tutur Sheena, seperti dikutip Antara.

Penyakit hiperkolesterolemia atau kadar kolesterol yang tinggi telah menjadi ancaman kesehatan masyarakat di seluruh dunia, khususnya Asia.

Diduga, kolesterol menjadi penyebab 3,9 juta kasus kematian di seluruh dunia yang setengahnya terjadi hanya di wilayah Asia.

Berdasarkan riset yang terbit di jurnal Nature, 102,6 juta orang dewasa dari 200 negara berbeda sejak 1980-2018 Memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Dari 200 negara yang diuji, Indonesia berada di peringkat 37 dalam hal jumlah penduduk dengan penderita kolesterol tertinggi.

Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, menunjukkan bahwa 6,3 persen penduduk berusia 15-34 tahun dilaporkan memiliki kolesterol tinggi.

Jumlah tersebut diduga meningkat selama pandemi Covid-19, karena memicu kebiasaan rebahan dan kebiasaan lainnya yang mencirikan sedentary lifestyle atau gaya hidup yang minim aktivitas fisik.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol, mulai dari mengadopsi pola makan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, lemak baik, dan tinggi serat.

News Feed