Perihal kerugian, ia pun tidak bisa lagi memperkirakan seberapa nominal yang melayang akibat musibah ini.
Sementara itu, Manaf, sepupu dari salah satu korban kebakaran memaparkan, dugaan api muncul itu akibat dari tumpukan semak yang dibakar di sebelah rumah kosong.
“Sehari sebelum terjadi kebakaran, saya berkunjung ke sini, janjian sama sepupu saya, mau masak-masak hari ini di sini,” cerita Manaf.
“Kemarin itu, ada orang bersih-bersih semak-semak, terus dibakar. Karena jaraknya dekat, ya kecium bau gosong, cuma kita cuek saja, istilahnya kan ada aja orangnya yang membersihkan itu,” lanjutnya.
Ia pun menduga api bisa saja berasal dari tumpukan semak belukar yang dibersihkan tersebut, tak benar-benar padam.
“Ditambah cuacanya panas kan, mungkin apinya masih ada, dan membesar,” katanya.
Dari kejadian itu, Normalasari, sepupu Manaf yang turut jadi korban mengalami kerugian cukup besar.
Selain rumah yang terbakar, empat motor milik anak juga keponakan Normalasari turut terbakar sisa kerangkanya.
“Sepupu saya nggak sempat bawa apa-apa, motornya dan motor keponakan yang lain turut kebakar, dia sampai menjebol jendela mau menyelamatkan diri,” urai Manaf.
Sedangkan, dari penuturan warga setempat, Sarkim (04), yang saat itu tengah tidur pulas tiba-tiba terbangun mendengar suara warga yang memukul tiang listrik dan terdengar teriakan api.
Mendengar teriakan tersebut, sontak membuat ia langsung keluar rumah dan melihat ke lokasi kejadian dan kondisi api sudah mulai membesar.
“Saat sampai ke lokasi kejadian kondisi api sudah menyala di sebuah rumah kosong,” ujar Sarkim, di lokasi kejadian.
“Saat itu saya tidak berani terlalu mendekat juga, karena kondisinya sudah panas sekali,” tambahnya.
Sarkim membeberkan, kalau api pertama kali menyala dari rumah kosong, kemudian menyebar ke beberapa rumah yang ada disebelahnya.
“Kalau untuk bagaimana awal mulanya api menyala saya juga tidak tahu. Tetapi yang saya dengar dari beberapa warga yang sudah duluan ada di lokasi kejadian, api tersebut diduga berasal dari pembakaran sampah bekas tebasan rumput yang ada di sebelah rumah kosong tersebut,” beber Sarkim.







