Dan ini, lanjut dia, dapat dilihat di sisi pemerataan pembangunan, karena capaian Kalsel cukup baik ditunjukkan dengan penurunan Gini Ratio ke angka 0,325 dan angka ketimpangan di Kalsel tahun ini yang terbaik, jika dibandingkan lima tahun ke belakang dan berada dibawah angka nasional yang tercatat di angka 0,381.
Capaian pembangunan Kalsel yang cukup membanggakan selama lima tahun ini adalah di sektor lingkungan hidup. Di tahun 2021, IKLH Kalsel tercatat di angka 71,03, jika dibandingkan lima tahun lalu, IKLH Kalsel yang tercatat di angka 59,07.
“Ini cukup membanggakan. Capaian ini harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, sehingga kita benar-benar bisa mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan,” ujar Paman Birin.
BACA JUGA :
Komitmen Cegah Korupsi, Gubernur Minta Pemprov Kalsel Perbaiki Tata Kelola Birokrasi Secara Profesional
Selanjutnya di sektor ketenagakerjaan juga dapat dilihat tingkat pengangguran terbuka di tahun 2021 tercatat 4,95 persen, meningkat dari tahun 2020 sebesar 4,74 persen.
Gubernur Sahbirin menyatakan, meski beberapa sektor pembangunan benar-benar merasakan dampak pandemi, namun Pemprov Kalsel terus berupaya mengejar target-target pembangunan yang telah ditetapkan.
Hal ini dapat dilihat dari capaian kinerja layanan pendidikan dan kesehatan.
Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir terus meningkat setiap tahun dan tahun 2021, UHH tercatat 68,83 tahun meningkat dari tahun 2020 yang tercatat 68,66 tahun.
Begitu pula angka rata-rata lama sekolah yang meningkat dari 8,29 tahun di tahun 2020 menjadi 8,34 tahun di tahun 2021. Capaian ini secara langsung mempengaruhi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel Tahun 2021 yang tercatat 71,28 meningkat 0,37 persen.
Dalam rapat paripurna tersebut gubernur juga menyampaikan pengelolaan keuangan daerah Provinsi Kalsel, yakni untuk Pendapatan Daerah Kalsel tahun 2021 ditetapkan anggaran sebesar Rp 6.727.998.918.739 dari target yang telah ditetapkan, terealisasi.







