KANDANGAN, kalimantanlive.com – Minyak goreng curah yang sudah ditetapkan harganya oleh pemerintah menghilang di pasar tradisional Kandangan.
Sebaliknya minyak goreng kemasan masih tersedia dengan harga lebih murah dari sebelumnya.
Beberapa pedagang mengaku minyak curah sulit didapat.
Bahkan kelangkaan minyak curah ini sudah terjadi dalam sepekan terakhir.
Pedagang di Pasar Terpadu Kandangan, Hj Marda mengatakan minyak curah sudah kosong dalam empat hari terakhir.
Ia hanya menjual minyak curah.
Alasannya, minyak kemasan mahal.
Selain karena faktor pembeli yang semakin sepi akibat meroketnya harga minyak goreng.
Minyak curah dinilai lebih ekonomis dan harganya lebih stabil.
Mahalnya harga minyak kemasan juga membuatnya enggan menyetok minyak kemasan premium.
Ia khawatir, harga minyak akan berubah kembali.
BACA JUGA: Satpol PP Tanahlaut Sukses Gerebek Pangkalan Elpiji yang Jual di Atas HET, Sempat Mengintai 4 Jam
Sementara itu, bebernya untuk harga gula masih normal atau tidak ada kenaikan yang signifikan.
Yakni pada harga Rp 14 ribu per kilogram.
Pedagang lainnya, yakni Amat mengatakan harga minyak kemasan justru turun dari sebelumnya Rp 26 hingga Rp 27 ribu per liter menjadi Rp 23 ribu per liter.
“Harga minyak ada penurunan. Sebelumnya kami menjual Rp 26 ribu per liter. Sekarang Rp 23 ribu per liter. Kalau kami membeli dengan harga yang lebih murah, kami menjual dengan harga yang murah juga,” jelasnya.
Editor: M Khaitami
Sumber: banjarmasinpost.co.id







