Menurutnya, setiap ada perayaan hari besar keagamaan, seperti lebaran, natal atau tahun baru selalu ada penambahan stok. Secara keseluruhan ada penambahan sekitar 6 persen untuk LPG subsidi di Kalsel.
Syarifah Rugayah menyebutkan, dalam sehari, kebutuhan LPG 3 kg di Banjarmasin adalah hampir 20.000 tabung, atau sekitar 500.000 tabung dalam sebulan.
Dia menyebutkan Hiswmana Migas juga tak bosan-bosannya mengingatkan, bagi masyarakat mampu agar tidak menggunakan LPG subsidi 3 kg.
BACA JUGA:
Pertamina : Antrian di SPBU Banjarmasin Akibat Naiknya Konsumsi BBM Pasca Penurunan Level PPKM
Termasuk rumah makan atau warung makan yang biasanya menggunakan LPG 5 Kg dan 12 Kg diharapkan tidak berpindah ke tabung 3 kg.
Agar masyarakat mudah mendapatkan LPG bersubsidi, Syarifah Rugayah menyarankan untuk selalu membeli di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET.
“Beli gas di pangkalan resmi saja. Kalau di eceran itu sudah di luar wewenang kami. Pengawasan kita hanya sampai pangkalan. Nah, kalau di pangkalan pasti tidak berani menjual melebihi herga eceran tertinggi (HET) Rp17.500. Karana akan ada tindakan tegas jika melanggar aturan,” katanya.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian







