PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tanahlaut atau Satpol PP dan Damkar Tanahlaut sukses menggerebek pangkalan elpiji yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).
Sebelumnya masyarakat Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan resah karena harga liquified petroleum gas (LPG) subsidi kemasan tiga kilogram kembali mahal.
Hal itu akibat dijualnya elpiji melon tersebut secara eceran seperti di warung-warung, padahal ketentuannya, penyalurannya hanya melalui pangkalan.
# Baca Juga :Takut Salah Sasaran & Kelangkaan, Pemko Palangkaraya Terapkan Sistem Kupon untuk Elpiji 3 Kg
# Baca Juga :Keluarga Juragan Elpiji Dirampok dan 1 Orang Dibantai, Mobil & Emas 92 Gram Disikat
# Baca Juga :PT Bangun Banua Genjot Proyek Bisnis 2021, Gas Elpiji, SPBU, Ternak hingga Pengerukan Pasir
# Baca Juga :Distiribusi Gas Elpiji Terhambat, Komisi III DPRD Kalsel Desak Pengerjaan Jembatan Salim Km 50 Dikebut
Laporan keluhan masyarakat pun mengalir ke Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Tala.
“Malam tadi kami bergerak dan mendapati penjualan elpiji melon melampaui HET (harga eceran tertinggi),” ucap Kepala Satpol PP dan Damkar Tala H Muhammad Kusri, Kamis (31/3/2022).
Ia menuturkan pihaknya mendatangi pangkalan elpiji di wilayah Kota Pelaihari yang dikeluhkan warga tersebut.
Pihak pangkalan tak dapat mengelak lagi karena ditemukan bukti pelanggaran yang dilakukan.
Pelanggaran yang dilakukan pangkalan tersebut, papar Kusri, ada dua hal yakni menjual kepada warung untuk dijual kembali.
“Lalu, elpiji melon itu dijual kepada warung dengan harga melebihi HET. Dijual sehaega Rp 22 ribu, sedangkan HET Rp 19 ribu,” sebut Kusri.
Berdasar laporan masyarakat, jelasnya, elpiji melon di pangkalan tersebut lekas ludes padahal baru datang.
Ketika warga datang hendak membeli kerap disampaikan habis.
Akhirnya masyarakat lapor Satpol PP dan Damkar Tala dan langsung ditindaklanjuti.
Benerapa personel bergerak ke lokasi dengan lebih dulu melakukan pemantauan sejak pukul 17.00 Wita, Rabu kemarin.
“Sekitar usai waktu maghrib, pangkalan menjual ke warung dekat gudang elpiji. Tim tetap melakukan pemantauan dan pengintaian,” papar Kusri.
Sekitar pukul 21.30 Wita, lanjutnya, warung itu lalu menjual elpiji melon seharga Rp 28 ribu kepada pembeli dari luar wilayah pangkalan.







