KALIMANTANLIVE.COM – April Mop atau disebut juga April Fool’s Day jatuh pada tanggal 1 April tiap tahunnya.
Hebatnya dalam April Mop ini, pada hari ini, semua orang diberikan izin sesaat untuk melakukan kebohongan, lelucon atau berbagai jenis prank lainnya demi kesenangan.
Di akhir hari, pelaku bakal membuka kedoknya dengan berteriak keras dan bangga, “April Mop!” pada korbannya.
# Baca Juga :VIRAL Pegawai Dishub di Labuan Bajo Dikeroyok, Ditendang dan Diinjak, Awalnya Menegur Pengendara Melawan Arus
# Baca Juga :VIRAL Video Ambulans Bawa Pasien Hendak Operasi Dihalangi di Tol Cawang, Sopir CR-V Turun dan Marah-marah
# Baca Juga :KRONOLOGI 3 Mobil Hancur di Jembatan Tumbang Nusa, Tabrakan ‘Adu Banteng’ dan Viral di Medsos
# Baca Juga :VIRAL Puluhan Warga Jombang Tandu Kakek Sakit untuk Berobat, 4 Jam Berjalan Melalui Jalan Lincin dan Berlumpur
Tidak boleh ada rasa marah atau emosi negatif lainnya yang muncul ketika jadi korban tradisi April Mop ini, demikian kepercayaannya.
Bagi sebagian orang penyuka lelucon, April Fool’s Day adalah momen yang amat dinantikan.
Namun ada yang tidak menyukainya karena harus terus khawatir atau curiga bakal menjadi korban ulah keisengan orang lain.
Sejarah April Mop, hari kebebasan prank sedunia
April Mop adalah salah satu perayaan populer yang paling dikenal di seluruh dunia, tanpa memandang negara, agama dan kelas ekonomi.
Pada momen ini, anak-anak melakukan prank pada orangtuanya, atasan mengerjai bawahan atau rekan kerjanua di kantor, dan anak sekolah melakukannya pada sahabatnya.
Belakangan, sejumlah brand maupun perusahaan juga kerap melakukan prank denga merilis produk atau kabar yang belakangan diklaim sebagai lelucon belaka.
Uniknya, tidak ada yang benar-benar memahami sejarah dan asal muasal perayaan lelucon ini.
Namun beberapa sejarawan berspekulasi bahwa April Mop berawal di tahun 1582, ketika Perancis beralih dari kalender Julian ke kalender Gregorian.
Dalam Kalender Julian, seperti dalam kalender Hindu, tahun baru dimulai dengan ekuinoks musim semi sekitar 1 April.
Orang-orang yang lambat mendapatkan berita atau tidak menyadari bahwa awal tahun baru telah pindah ke tanggal 1 Januari dan terus merayakannya selama minggu terakhir bulan Maret.
Hal ini kemudian menjadikan tanggal 1 April sebagai lelucon di kalangan masyarakat dan disebut Aprol Fool’s Day.

Prank yang kala itu dilakukan termasuk menempelkan ikan kertas di punggung mereka dan disebut sebagai “poisson d’avril” (April fish), dikatakan melambangkan ikan muda yang mudah ditangkap dan orang yang mudah tertipu.







