Menurut Tambrin, pemantauan hilal dilakukan di 131 titik di seluruh Indonesia. Sedangkan di Kalsel pemantauan dilakukan di seluruh Kemenag Kabupaten dan Kota.
“Terbaru pemantauan di Sungai Buluh, HST, sesuai anjuran Tuan Guru HM Bahit karena dulu dijadikan tempat rukyat untuk melihat hilal. Hasil pemantauan hilal di seluruh Kalsel secepatnya akan dilaporkan ke Kementerian Agama di Jakarta,” ujarnya.
Menurut Tambrin, apabila posisi hilal di Kalsel terlihat, maka Pengadilan agama nanti akan mengambil sumpah pihak Kemenag, bahwa hilal benar terlihat.
“Itulah kenapa Ketua PTA dan Pengadilan Agama Banjarmasin dihadirikan hari ini,” ujarnya.

Pemantauan Hisab Rukyat Penentuan Awal Ramadhan di Kalsel yang dilakukan Kementerian Agama Kalsel, Jumat sore, dihadiri Kepala Pengadilan Tinggi Agama, Kepala Pengadilan Agama, Ketua MUI Kalsel, Badan Pengelola Masjid Sabilal Muhtadin, Plt Kepala Kesra Pemprov Kalsel dan undangan lainnya.







