KALIMANTANLIVE.COM – Lima anggota Polres Nabire dan dua warga sipil terluka saat aksi demo menolak daerah otonomi baru (DOB) yang berujung kericuhan di Nabire, Papua, Kamis (31/1/2022).
Menurut pihak kepolisian setempat ada sejumlah anggota polres yang terluka dan dua tukang ojek yang diserang para pendemo.
“Selain anggota polres yang terluka juga dua tukang ojek yang diserang para pendemo,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri di Jayapura, Kamis (31/1) dikutip dari Antara.
Menurutnya, demo yang berlangsung di lima titik itu awalnya berlangsung aman. Tiba-tiba, seorang pendemo yang berada di pasar karang berupaya menyerang petugas.
# Baca Juga :Demo Tuntut Mendag Muhammad Lutfi Dicopot, Mahasiswa di Kota Malang: Tak Becus Urus Minyak Goreng
# Baca Juga :Massa Buruh di Kalsel Bakal Demo di DPRD Kalsel dan BPJS Ketenagakerjaan, Minta Permenaker
# Baca Juga :Aktifkan Pos Retribusi Galian C di Tiga Titik, Begini Penjelasan Pemkab HST Sikapi Demo Sopir Truk Angkutan
Saat hendak diamankan para pendemo menyerang anggota Polres Nabire dengan melakukan pelemparan menggunakan batu ke arah anggota.
Kapolda Papua juga menyatakan hingga kini belum ada laporan tentang pendemo yang terluka.
Dari laporan yang diterima, tercatat delapan pendemo diamankan dan diperiksa penyidik di Mapolres Nabire.
Mereka antara lain MK, YG, SK, YD, NG, YK, YG dan AG.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menambahkan dua warga di Nabire menjadi korban penganiayaan oleh massa aksi unjuk rasa, di Pasar Karang Tumaritis, Kamis (31/1) pukul 12.11 WIT.
“Kedua korban yang berinisial U (40), ojek, Jalan Ilaga, Kelurahan Bumi Wonorejo dan PIS (32), Swasta, Jalan Perintis, Kelurahan Bumi Wonorejo,” kata Kamal kepada wartawan, Kamis (31/3).
Menurutnya, korban yang berada di dalam pasar bertemu dengan massa yang berhamburan usai dibubarkan oleh polisi. Sekitar 20 orang menghampiri korban saat itu.









