JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melarang pejabat dan ASN Kementerian Agama untuk mengadakan dan menghadiri buka puasa bersama atau giat sejenisnya.
Kementerian Agama resmi merilis Pedoman Ibadah Ramadhan 1443 H atau Ramadhan 2022 M melalui Surat Edaran nomor 08 Tahun 2022 yang ditandatangani Menag Yaqut pada 29 Maret 2022.
# Baca Juga :Ramadhan 1443 H, Daftar Negara yang Berpuasa Hari Ini, Sabtu 2 April : dari Arab Saudi, Rusia, hingga AS
# Baca Juga :Tower Jam Mekkah Keluarkan Cahaya, Arab Saudi Tetapkan Awal Ramadhan Sabtu 2 April 2022
# Baca Juga :Ramadhan 1443 H, Inilah 7 Manfaat Kurma bagi Kesehatan, Cocok Dikonsumsi Saat Berbuka Puasa
# Baca Juga :Muhammadiyah Tak Diundang Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan di Kemenag
Hal ini diperlukan agar umat Islam yang akan menjalankan ibadah dapat lebih nyaman, aman dan khusyuk, terutama di masa pandemi Covid-19.
Yaqut berpesan kepada umat Islam untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan meski pandemi membaik.
“Umat Islam dianjurkan mengisi dan meningkatkan amalan pada bulan Ramadhan, seperti shalat tarawih, iktikaf, tadarus Al Quran, pengajian, zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Yaqut, dikutip dari laman Kemenag, Kamis (31/3/2022).
Dia juga memperingatkan pada jajarannya untuk menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan. Menag melarang pejabat dan ASN Kementerian Agama untuk mengadakan dan menghadiri buka puasa bersama atau giat sejenisnya.
Baca juga: Kemenag Rilis Pedoman Resmi Ibadah Ramadhan 2022, Ini Aturannya
“Pejabat dan Aparatur Sipil Negara dilarang mengadakan atau menghadiri kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri,” tegasnya.
Pedoman Ibadah Ramadhan 2022
Berikut ini ketentuan dalam Edaran Penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H:
Umat Islam melaksanakan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan amalan pada bulan Ramadhan, seperti shalat tarawih, iktikaf, tadarus Al Quran, pengajian, zakat, infak, sedekah, dan wakaf dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.







