Hasilnya, 70,4 persen pengguna Twitter menyatakan “tidak”.
Pada hari terpisah, Musk kembali menulis kicauan berbunyi, “mengingat bahwa Twitter berfungsi sebagai town hall publik secara de facto, kegagalan untuk mematuhi prinsip-prinsip kebebasan berbicara secara fundamental merusak demokrasi”.
Ia kemudian bertanya, apa yang harus dilakukannya, apakah media sosial baru dibutuhkan sebagai pengganti Twitter.
Twit tersebut diunggah karena agaknya Musk geram karena cuitannya kerap menjadi objek investigasi regulator AS.
Misalnya pada November 2021 lalu, CEO Tesla ini dipanggil oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS setelah dia melakukan jajak pendapat (polling) kepada pengikutnya di Twitter terkait apakah dia harus menjual 10 persen saham Tesla atau tidak.
Jauh kilas balik ke belakang, pada 2018, Musk juga sempat dipaksa untuk mendapatkan persetujuan pengacara Tesla terlebih dahulu sebelum nge-tweet apapun terkait dengan perusahaan Tesla, termasuk soal keuangan, penjualan, jumlah pengiriman Tesla dan lainnya.
Selama ini, Musk memang aktif dan vokal di Twitter. Pada salah satu twit, Musk juga menegaskan bahwa dirinya adalah sosok yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Verge, Selasa (5/4/2022).
Saham Twitter naik setelah dibeli Elon Musk
Kabar bahwa Musk memborong lebih dari 73 juta lembar saham Twitter baru tersiar saat dokumen filing 13G SEC milik Elon Musk dipublikasi pada Senin, 4 April 2022.
Seperti sebelum-sebelumnya, apapun yang ditulis dan dilakukan oleh seorang Elon Musk, kerap memengaruhi kondisi pasar.
Dalam hal pembelian saham ini juga harga saham Twitter langsung melonjak naik ke level 47,93 dollar AS (kira-kira Rp 689.864) per lembarnya, pada sesi perdagangan Senin, 4 April.







