Data Pribadi 12.000 Tentara Rusia yang Serang Ukraina Dibocorkan Peretas di Twitter

NEW YORK, KALIMANTANLIVE.COM – Kelompok peretas Anonymous mengumumkan di Twitter menembus dan membocorkan data pribadi 120.000 tentara Rusia yang ikut menyerang Ukraina.

Para peretas ini melakukan aksi balas invasi terhadap Ukraina dengan menerobos data pribadi ribuan tentara Rusia lalu dibocorkan di Twitter.

“Semua tentara yang berpartisipasi dalam invasi ke Ukraina harus dikenakan pengadilan kejahatan perang,” kata Anonymous dalam pesan tersebut seperti yang dikutip dari Fortune.

# Baca Juga :Ramadhan 1443 H, Daftar Negara yang Berpuasa Hari Ini, Sabtu 2 April : dari Arab Saudi, Rusia, hingga AS

# Baca Juga :YouTube dan Google Play Tangguhkan Pelayanan di Rusia, Pengembang Aplikasi Rusia Bikin Alternatif Pengganti

# Baca Juga :Puluhan Diplomat Rusia Diusir dari Negara-negara Eropa, Diduga Jadi Mata-mata

# Baca Juga :Abramovich Diduga Mendapat Serang Racun saat Jadi Negosiator Perdamaian Rusia-Ukraina

Kebocoran termasuk informasi pribadi seperti tanggal lahir, alamat, nomor paspor, dan afiliasi unit.

Anonymous juga menuliskan tweet bahwa perlu waktu bagi masyarakat untuk memaafkan Rusia atas kekejaman di Ukraina yang dipicu oleh invasi Putin.

Saat Anonymous mengumumkan peretasan pada hari Minggu, kebocoran data tersebut sudah terjadi pada awal Maret dan pertama kali muncul di Pravda, outlet berita Ukraina, beberapa hari setelah invasi dimulai.

Menurut Newsweek, Pravda tidak mengungkapkan sumber kebocoran, tetapi menyatakan “Pusat Strategi Pertahanan memperoleh data ini dari sumber yang dapat dipercaya”.

Minggu ini, militer Rusia telah menghadapi pengawasan yang lebih ketat setelah muncul kekhawatiran atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Bucha. Laporan menunjukkan warga sipil dilecehkan dan dibunuh. Beberapa mengatakan mayat telah ditemukan di halaman, jalan, dan mobil.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina, Anonymous sangat blak-blakan tentang perang tersebut.

“Peretasan akan berlanjut sampai Rusia menghentikan agresi mereka,” kata Anonymous.

Di antara upayanya untuk melawan, kelompok peretas tersebut mengklaim telah menonaktifkan situs web pemerintah, perusahaan, dan berita, meretas ke badan sensor teratas, dan meretas ke TV Rusia.

News Feed