MISTERIUS, Laut Iblis di Jepang Sama Angkernya seperti Segitiga Bermuda

Selanjutnya, pada periode 1940 hingga 1950-an, sejumlah kapal penangkap ikan dan lebih dari lima kapal militer Jepang hilang tanpa jejak di laut.

Lokasinya hilangnya kapal-kapal tersebut diperkirakan terletak di antara Pulau Miyake dan Iwo Jima.

Pemerintah Jepang lalu mengirim kapal penelitian bernama Kaio Maru No. 5 pada 1952 untuk menyelidiki hilangnya kapal-kapal tersebut. Namun, kapal penelitian dengan 31 awak tersebut menemui musibah.

Bangkai kapal Kaio Maru No. 5 memang ditemukan, tetapi tidak dengan keberadaan para awak kapalnya.

Menyusul insiden ini, pemerintah Jepang dilaporkan menyatakan daerah ini berbahaya untuk pelayaran laut dan pengiriman barang.

Selain itu, semua upaya untuk mengungkap fakta di balik misteri Laut Iblis Jepang juga dibatalkan.
Legenda naga di dalam laut Devil’s Sea

Legenda kuno menceritakan bahwa terdapat naga yang hidup di lepas pantai Jepang, seperti dikutip dari CNN. Oleh sebab itu, perairan itu dinamai Dragon’s Triangle.

Berdasarkan informasi dari Marine Insight, legenda naga di dalam laut itu justru berasal dari dongeng China.

Dongeng tersebut bercerita tentang naga di bawah permukaan air laut yang menyerang setiap kapal melintas untuk memuaskan rasa lapar mereka.

Fabel-fabel ini bahkan sudah ada jauh sebelum periode masehi, sekitar era 1000 sebelum masehi.
Persamaan Devil’s Sea dengan Segitiga Bermuda

Laut Iblis Jepang mempunyai sejumlah persamaan dengan Segitiga Bermuda. Berdasarkan informasi dari CNN, kawasan tersebut juga terkait dengan dugaan fenomena The Vile Vortices, sebagaimana Segitiga Bermuda.

The Vile Vortices merupakan fenomena di sebuah perairan yang mempunyai anomali fisik aneh dan fenomena yang tidak dapat dijelaskan.

Kondisi ini kerap dikaitkan dengan tarikan gelombang elektromagnetik yang lebih kuat daripada tempat lain.

Naturalis dan pakar paranormal Ivan Sanderson mengeluarkan hipotesis bahwa arus panas dan dingin yang melintasi pusaran di perairan tersebut menciptakan gangguan elektromagnetik.

Gangguan tersebut mempengaruhi instrumen kapal dan pesawat sehingga setiap kapal dan pesawat yang melintas hilang tanpa jejak.

News Feed