BANJARMASIN, kalimantanlive.com – Balai Pelaksana Jalan Nasional XI Banjarmasin akan segera melakukan perbaikan Jembatan Antasan Tanipah.
Pembongkaran dan perbaikan dilakukan karena jembatan yang ada RT 2 Desa Lok Baintan Dalam Kecamatan Sungai Tabuk ini sudah berusia tua dan lantainya pun bocor.
Ungkap Ketua RT setempat, Nurji Selasa (5/4/2022) direncanakan setelah lebaran jembatan yang sudah bocor lantainya tersebut akan dibongkar.
“Kalau jembatan sementara, jembatan bailey ini sudah satu setengah bulan dibangun, insyaallah ketika lebaran jembatan bailey sudah siap,” ujarnya.
Rusaknya jembatan Antasan Tanipah III tersebut kata Nurji lantaran faktor usia.
Selain itu besi jembatan juga kecil sehingga lantai jembatan berlubang.
BACA JUGA: Kobaran Api di Satu Bengkel Menyentak Keheningan Desa Jangkung Tabalong
“Jembatan ini rusak bukan karena banjir kemarin, karena saat banjir besar kemarin, jembatan tidak tergenang,” tambahnya.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional XI Banjarmasin, Sauqi Kamal membenarkan jika jembatan Antasan Tanipah III tersebut akan dibongkar setelah lebaran.
“Pertimbangan karena diperkirakan arus lalu lintas saat libur lebaran nanti meningkat sehingga jika dibongkar sekarang dikhawatirkan akan menyebabkan macet, jadi kita pilih dibongkar setelah lebaran,” ujarnya.
Lantai jembatan tersebut ujarnya memang sudah keropos sehingga harus dilakukan penanganan lantai.
“Apalagi jalan tersebut menjadi lintasan angkutan berat,” tambahnya.
Sementara PPK BPJN XI Banjarmasin, Bambang Rahmadi mengatakan ketika jembatan dibongkar nantinya pengaturan lalu lintas di jembatan sementara dengan sistem buka tutup dengan dibantu flagman atau pengatur lalu lintas.
Kendaraan yang melintas bergantian karena hanya dapat dilalui 1 jalur.
“Sebelum jembatan sementara dipergunakan akan dilaksanakan pengujian beban untuk menentukan kelayakan jembatan sementara dan beban kendaraan yang melewatinya,” jelasnya.
Kondisi lantai jembatan ujar Bambang sudah tak memungkinkan sehingga harus diganti.
Perbaikan jembatan juga memakan waktu yang cukup lama. Diperkirakan mencapai 3,5 bulan sampai dengan minggu ke-2 bulan Juni 2022.
Jembatan yang akan dibangun nantinya urai Bambang hanya pada struktur atasnya yaitu penggantian slab atau lantai jembatan.
Sedangkan pondasi, abutment dan balok girdernya masih memakai jembatan eksisting yang ada.
Karena kondisi lantai jembatan eksisting yang mengalami kerusakan.
Jembatan ini memiliki 2 lajur lalu lintas, dimensi jembatan dengan panjang 20 meter dan lebar 9,6 meter.
Seiring jalan di kawasan ini sudah membaik, intesitas pengendara sudah mulai tinggi.
Apalagi lebih banyak truk angkutan besar yang menuju Kalteng maupun sebaliknya ke Kalsel.
BACA JUGA: Buka Puasa Bersama di Masjid Al Jihad Banjarmasin Dihadiri Ribuan Warga, Ini Menunya
“Kalau tak diganti bisa membahayakan. Semoga saja tak mengakibatkan macet panjang saat dilakukan perbaikan,” tuturnya.
Dijelaskannya, jembatan yang bernama Antasan Tanipah III ini akan dikerjakan oleh kontraktor yang sama dengan pekerjaan rekonstruksi jalan di sana, yakni PT Wika.
Kontraknya sebesar Rp1,164 miliar.
“Kami perkirakan akan dibongkar dan ditutup usai Lebaran. Saat ini masih membangun jembatan sementara dulu,” katanya.
Jembatan ini memang sangat vital, memiliki 2 lajur lalu lintas, dengan dimensi jembatan yang memiliki panjang 20 meter dan lebar 9,6 meter, menjadi akses menuju Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.
“Syukurnya pondasi bawah tak mengalami masalah, jadi penanganan tak berat,” imbuhnya.
Jembatan Antasan Tanipah III satu sisinya sudah memprihatinkan.
Lubang jembatan bahkan ditambal dengan batang kelapa.
Badan jembatan yang berlubang ditutup dan dialihkan ke jalur badan lainnya.
Akibatnya kendaraan roda empat dan lebih yang akan melintas tak bisa berpapasan di jembatan dan harus melintasi jembatan secara bergantian.
Editor: M Khaitmami
Sumber: Banjarmasinpost.co.id







