WASHINGTON, KALIMANTANLIVE.COM – Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS), Negara Paman SAM itu kehilangan hampir 5.000 pengemudi truk.
Berkurangnya jumlah sopir truk itu terjadi sejak awal tahun 2022 dan membuat para pengusaha menawarkan penghasilan dengan jumlah yang fantastis bagi pengemudi truk di wilayahnya.
Cara ini diambil para pengusaha di AS dengan maksud agar dapat mengatasi kekurangan pengemudi dan mengurangi gangguan rantai pasokan industri otomotif yang tengah melanda Amerika dalam beberapa bulan terakhir.
# Baca Juga :VIRAL Video Ambulans Bawa Pasien Hendak Operasi Dihalangi di Tol Cawang, Sopir CR-V Turun dan Marah-marah
# Baca Juga :Bocah 6 Tahun Ditabrak Lalu Diseret 2 Km oleh Mobil Fortuner, Sopir Sempat Kabur & Mobil Nyaris Dibakar Warga
# Baca Juga :VIRAL Mobil Mewah Halangi Ambulans Bawa Ibu Hamil di Tol Tangerang-Merak, Sopir Mercy Nyaris Pukul Sopir Ambulans
# Baca Juga :Sulit Mendapat BBM Solar, Puluhan Sopir Truk Angkutan di Banjarmasin Ancam Mogok
Departemen Tenaga Kerja AS mencatat, selama bulan Februari sampai Maret 2022, Amerika telah kehilangan hampir 5.000 pengemudi truk.
Bahkan angka ini diprediksi akan terus bertambah seiring dengan berkurangnya minat pekerja di bidang swakemudi.
Melansir dari Reuters, kelangkaan sopir truk di AS kemungkinan besar dipicu karena adanya manajemen yang buruk dalam pembagian jadwal konvensional, baik dalam hal pengambilan maupun pengiriman barang.
Bahkan akibat dari tidak fleksibelnya jadwal tersebut, membuat para pengemudi kesulitan dalam mengatur jadwal istirahat.
Hal inilah yang kemudian membuat para sopir truk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Menurunnya jumlah sopir truk di AS diprediksi juga dapat berdampak pada adanya krisis pasokan diberbagai sektor khususnya industri otomotif dan industri makanan.
Mengantisipasi makin berkurangnya jumlah sopir truk, para pengusaha kini tengah berupaya meningkatkan gaji mingguan dan bonus bagi para sopir sebesar 15.000 dolar AS atau setara dengan Rp 215 juta (Dalam satuan USD Rp14,336).
Tak hanya itu presiden AS Joe Biden pun ikut turun membantu menangani kasus tersebut.
Dalam pengumumannya pada Senin (4/4/2022) kemarin disebutkan bahwa pemerintah akan mengubah bebebrapa kebijakan untuk menyukseskan rencana peningkatan pekerja.
Dimana nantinya Biden akan memperluas permagangan bagi para sopir veteran serta mempermudah para sopir untuk mendapatkan surat izin mengemudi.
Dengan berbagai stategi ini diharapkan dapat memulihkan jumlah sopir truk yang beroperasi di wilayah AS.
editor : NMD
sumber : www.tribunnews.com










