Jokowi Sebut Menterinya ‘Tak Miliki Empati’ ke Rakyat soal Naiknya Harga Minyak Goreng dan Pertamax

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Rakyat Indonesia saat ini mengalami kesusahan terkait naiknya harga minyak goreng dan Pertamax.

Namun, hingga kini tak ada penjelasan apa pun dari para menteri ke rakyat soal naiknya harga dua komoditas energi tersebut.

Hal itu dikatakan sendiri oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama para menteri di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2022).

Bahkan Jokowi menyentil kinerja menterinya terkait kenaikan harga minyak goreng dan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.

# Baca Juga :RESMI Harga Pertamax Naik di 34 Provinsi Jadi Rp 12.500-Rp 13.000 Per Liter Mulai Hari Ini 1 April 2022

# Baca Juga :BREAKING NEWS BBM Premium Resmi Dihapus Pemerintah, Ayo Beralih ke Pertalite dan Pertamax! Segini Harganya

# Baca Juga :Ratusan Warga dan Emak-emak di Sumedang Rela Antre Sejak Pagi Demi Minyak Goreng Curah 4 Kg

# Baca Juga :Demo Tuntut Mendag Muhammad Lutfi Dicopot, Mahasiswa di Kota Malang: Tak Becus Urus Minyak Goreng

“Harga minyak goreng sudah empat bulan tidak ada penjelasan apa-apa kenapa ini terjadi,” kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4/2022).

“Yang kedua Pertamax, menteri juga tidak memberikan penjelasan apa-apa mengenai ini,” tuturnya.

Jokowi tak menunjuk langsung siapa menteri yang ia maksud. Namun, presiden menyayangkan sikap jajarannya yang seolah tak menunjukkan empati atas kesulitan rakyat.

Tak berempati

Jokowi mengatakan, penjelasan terkait naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok penting demi menunjukkan empati ke rakyat.

“Diceritakan dong kepada rakyat, ada empati kita gitu lho, enggak ada, yang berkaitan dengan energi nggak ada (penjelasan),” ucapnya.

Dia lagi, lagi-lagi memerintahkan menterinya untuk sensitif dan memiliki sense of crisis yang tinggi.

Sebab, naiknya harga sejumlah komoditas pokok beberapa waktu terakhir menyebabkan situasi masyarakat menjadi sulit.

“Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita harus memiliki sense of crisis, harus sensitif terhadap kesulitan-kesulitan rakyat,” ucap Jokowi.

Tak hanya urusan minyak goreng atau bahan bakar minyak, Jokowi juga berpesan ke menterinya untuk mengontrol harga kebutuhan pokok lain menjelang Lebaran seperti beras, kedelai, dan jagung.

Langkah-langkah tersebut, kata dia, harus dikomunikasikan ke publik.

Presiden mengaku tidak ingin rakyat beranggapan bahwa pemerintah tak berbuat apa pun karena tidak adanya penjelasan atau komunikasi dari para menteri terkait.

“Jangan sampai kita ini seperti biasanya dan tidak dianggap oleh masyarakat enggak melakukan apa-apa, tidak ada statement, tidak ada komunikasi,” katanya.