Marc Marquez Mengaku Sudah Tak Ingat Lagi Kejadian di Sirkuit Mandalika, Lho Ada Apa?

KALIMANTANLIVE.COM – Juara dunia MotoGP enam kali Marc Marquez kembali mengalami diplopia (penglihatan ganda) setelah benturan keras di kepalanya akibat kecelakaan highside di Tikungan 7 saat warm up lap jelang balapan MotoGP Mandalika 2022.

Rider Repsol Honda tersebut mengakui bahwa balapan di Sirkuit Mandalika pada akhir Maret 2022 merupakan salah satu performa terburuk sepanjang kariernya.

Bahkan Marquez mengaku ia tak ingat persis crash besar yang membuatnya terpelanting dari motor sehingga ia harus dibawa untuk menjalani pemindaian ke rumah sakit di Mataram, Lombok.

# Baca Juga :HASIL MotoGP Argentina 2022, Ini Profil Aleix Espargaro yang Cetak Sejarah bersama Aprilia

# Baca Juga :Hasil MotoGP Argentina, Aleix Espargaro Juara, Jorge Martin Kedua, Quartararo Delapan

# Baca Juga :Jadwal MotoGP Argentina 2022: Aleix Espargaro Pole, Quartararo Keenam, Link Live Streaming Trans7

# Baca Juga :Murung dan Sedih, Begitulah Kondisi Marc Marquez Ketika Absen di MotoGP Argentina 2022

Walau begitu, pebalap asal Spanyol itu masih merasa percaya diri untuk turun membalap di MotoGP Argentina sebelum ia mengurungkan niat tersebut.

Pebalap asal Catalonia, Spanyol, itu pun kini siap untuk menjajal Circuit of the Americas untuk menjalani MotoGP Amerika pada akhir pekan ini.

“Saya tak ingat banyak,” tuturnya soal kejadian di Sirkuit Mandalika pada sesi konferensi pers jelang MotoGP Americas pada Jumat (8/4/2022) dini hari WIB.

“Saya lebih ingat dari foto-foto kejadian ketimbang apa yang saya rasakan, apa yang saya ingat.”

“Namun, benar bahwa MotoGP Indonesia adalah salah satu grand prix yang terburuk sepanjang karier saya karena saya crash terlalu sering.”

“Saya bahkan tak mengerti beberapa crash tersebut, terutama saat warm up.”

Alhasil, Marquez pun melewatkan balapan MotoGP perdana di Sirkuit Mandalika dan ia juga absen dua pekan setelahnya di Sirkuit Termas de Rio Hondo (MotoGP Argentina).

“Seminggu yang berat setelah Mandalika. Namun, beruntung cedera penglihatan saya tak seburuk terakhir kali,” ujarnya.

“Argentina bahkan serasa dekat tetapi pada akhirnya saya tidak termotivasi untuk mengambil risiko tersebut. Saya tak ingin.”

“Kami berdiskusi dengan para dokter dan lebih ingin untuk menetap di rumah.”

Marquez pun mengatakan, menurut dokter yang menanganinya, dampak kecelakaan-kecelakaan berikutnya akan selalu menimbulkan risiko diplopia lagi.