KALIMANTANLIVE.COM – Kesadisan tentara Rusia saat menginvasi Ukraina semakin terlihat. Setiap langkah pasukan negeri Beruang Merah selalu meninggal ratusan jasad warga sipil tak berdosa.
Seperti wilayah di pinggiran kota Kiev, Bucha, Ukraina, sebanyak 164 mayat warga ditemukan dengan kondisi mengenaskan.
Menurut Jaksa Agung Ukraina Iryna Venedyktovae, 164 mayat warga sipil korban pembantaian telah ditemukan. Seperti data itu per Kamis (7/4/2022) lalu.
# Baca Juga :ANCAMAN Amerika ke Indonesia: Kami Tak Akan Datang Pertemuan G20 jika Ada Rusia
# Baca Juga :Giliran Intel Tunda Semua Operasi Bisnis di Rusia
# Baca Juga :AS Embargo Energi Rusia, Harga Batubara Acuan April Naik 41 Persen Jadi 288,40 Dolar AS Per Ton
# Baca Juga :AS-Eropa Akan Jatuhkan Sanksi ke Rusia, Korban Sipil Ukraina Semakin Bertambah
“Sampai kemarin 7 April, 164 orang tewas telah ditemukan di Bucha. Tambah hari ini 21 yang sudah kami kuburkan,” katanya seperti dikutip dari CNN.com, Sabtu (9/4) dini hari.
Ia mengatakan dari jumlah itu, 26 mayat telah diambil kemarin dari bawah puing-puing bangunan yang runtuh di pinggiran kota Kyiv lainnya, Borodianka, dan dua mayat lagi telah ditemukan pada Jumat (8/4/2022).
Dia memperkirakan jumlah mayat yang ditemukan itu bisa saja bertambah dalam beberapa hari ke depan.
Pasalnya, masih banyak di antara mereka yang belum bisa disisir dari gedung dan bangunan yang hancur.
Pembantaian masyarakat sipil terjadi diBucha, Ukraina. Banyak pihak menuduh pembantaian dilakukan Rusia.
Dugaan itu diperkuat temuan lalu lintas radio tentara Rusia yang ditemukan Badan Intelejen Jerman. Rekaman berisi soal rencana pembahasan pembunuhan warga sipil itu.
Laporan media Jerman, Spiegel menyebut temuan itu menjadi bukti baru yang bisa digunakan untuk mengaitkan pasukan Moskow dengan pembunuhan tersebut.
Pasalnya, file audio yang yang berhasil ditangkap intelejen Jerman itu memberikan bukti peran kelompok tentara bayaran Wagner dalam kekejaman tersebut.







