JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Aksi Mahasiswa Pecah di berbagai daerah di Indonesia, mereka menolak Masa Jabatan Jokowi 3 periode hingga kenaikan harga BBM.
Dari informasi yang dirangkum, seperti dikutip di Tribunnews.com, sejak Kamis (7/4/2022) kemarin ratusan mahasiswa turun ke jalan.
# Baca Juga :Kerahkan 1.000 Mahasiswa, BEM SI Demo Istana pada 11 April 2022, Tagih Jawaban Jokowi soal Presiden 3 Periode
# Baca Juga :Alasan Jokowi Larang Menterinya Bicara Penundaan Pemilu dan Presiden 3 Periode
# Baca Juga :Jokowi Sebut Menterinya ‘Tak Miliki Empati’ ke Rakyat soal Naiknya Harga Minyak Goreng dan Pertamax
# Baca Juga :Balas Omelan Jokowi, Polri Sebut 98 Persen Produk Internalnya Dari Dalam Negeri
Mereka melakukan aksi membawa spanduk bertuliskan ‘Tolak Jokowi 3 Periode’, bakar ban hingga menutup jalan.
Unjuk rasa yang terjadi di pertigaan Jl Sultan Alauddin-Jl AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Makassar, itu sempat ricuh.
Hari ini Jumat (8/4/2022), mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-Bogor menggeruduk Istana Bogor, Jawa Barat.
Pihak Istana Bogor menerima perwakilan massa aksi yang terdiri dari gabungan mahasiswa BEM Se-Bogor, Jumat (8/4/2022).
Massa aksi yang yang sempat tertahan beberapa jam di Pintu 3 Istana Bogor, akhirnrya membubarkan diri tepat sebelum adzan Magrib berkumandang.
Dilansir dari Tribunnewsbogor, meski ditahan oleh aparat gabungan TNI-Polri para orator terus bergantian secara semangat menyampaikan orasinya.
Sampai dengan puncaknya, tuntutan dari para aliansi mahasiswa ini diterima oleh perwakilan dari Istana Bogor.
Namun, massa aksi yang terdiri dari gabungan mahasiswa itu sempat bergesekan dengan aparat gabungan karena merangsek masuk menuju areal Pintu Utama Istana Bogor
Koordinator Aliansi BEM Se- Bogor Raya Rizki Nuria Sury Altar akan terus mengawal point-point tuntutan yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.
“Itu hasil nanti dengan ritme 3×24 jam Presiden Joko Widodo harus memberikan pernyataan resmi. Ini sebenarnya tidak ada keterangan akan turun aksi lagi. Tapi, kami memfolow upnya lewat secara audiensi advokasi,” ujarnya saat ditemui oleh TribunnewsBogor.com pasca unjuk rasa, Jumat (8/4/2022).
Tuntutan-tuntutan itu, kata Rizky, tidak terlepas dari koridor hasil kajian teknis yang digagas oleh aliansi BEM Se- Bogor.
Hasil kajian itu tidak terlepas dari beberapa isu Pemerintah yang sangat sekali bersimpangan dengan hati nurani masyarakat Indonesia.
“UUD terkait penundaan tiga periode yang kedua terkait harga CPO minyak goreng, BBM, sama terkait kenaikan PPN. Hasil kajian ini yang membuatnya aliansi BEM Se Bogor tapi kami membawa tagline ‘Bogor Menggugat Istana’. Kajian intelektualnya dari BEM Se Bogor. Inisiatornya BEM,” jelasnya.







