JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Teguran keras Presiden Joko Widodo alias Jokowi kepada para menterinya terkait penundaan pemilu bisa dilihat sebagai suatu kemarahan yang cukup serius.
Menurut politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sekarang Jokowi merasa diserang.
“Marahnya karena dibarengi dengan teguran beliau terhadap menteri yang mewacanakan penundaan pemilu, karena terus terang saja wacana penundaan pemilu itu membuat Pak Jokowi merasa diserang, jadi sasaran tembak,” kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Jumat (8/4/2022).
# Baca Juga :AKSI Mahasiswa Tolak Jokowi 3 Periode Pecah di Sejumlah Daerah, Tutup Jalan hingga Duduki Kantor DPRD
# Baca Juga :Kerahkan 1.000 Mahasiswa, BEM SI Demo Istana pada 11 April 2022, Tagih Jawaban Jokowi soal Presiden 3 Periode
# Baca Juga :Alasan Jokowi Larang Menterinya Bicara Penundaan Pemilu dan Presiden 3 Periode
# Baca Juga :Jokowi Sebut Menterinya ‘Tak Miliki Empati’ ke Rakyat soal Naiknya Harga Minyak Goreng dan Pertamax
Dia menilai bahwa wacana menunda Pemilu 2024 tidak berasal dari Jokowi karena PPP sebagai salah satu partai pendukung pemerintah tidak pernah diajak bicara soal itu.
Namun, menurut dia, publik justru melihat hal itu justru seolah-olah berasal dari Jokowi karena wacana tersebut disampaikan oleh para menterinya.
“Tentu Pak Jokowi itu jengah juga mendengarkan hal tersebut. Saya kira apa yang disampaikan Presiden itu mengakhiri polemik sementara ini,” ujar dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi melarang para menterinya untuk menyuarakan penundaan Pemilu 2024.
Hal itu disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu, (6/4/2022).
“Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan, ndak,” kata Jokowi.
Para menteri yang sempat menyuarakan penundaan Pemilu diantaranya yakni Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.







