KALIMANTANLIVE.COM – Foto yang beredar di media sosial menunjukkan Dmitry Muratov berlumuran cat merah di bagian kepala, baju, dan sekitar kompartemen tempat tidurnya di kereta tujuan Moskow-Samara.
Ternyata jurnalis peraih hadiah Nobel Perdamaian asal Rusia ini mendapat serangan menggunakan cat merah saat berada di kereta pada Kamis (7/4/2022).
# Baca Juga :164 Mayat Warga Sipil Ukraina Korban Pembantaian Pasukan Rusia Ditemukan di Bucha
# Baca Juga :ANCAMAN Amerika ke Indonesia: Kami Tak Akan Datang Pertemuan G20 jika Ada Rusia
# Baca Juga :Giliran Intel Tunda Semua Operasi Bisnis di Rusia
# Baca Juga :AS Embargo Energi Rusia, Harga Batubara Acuan April Naik 41 Persen Jadi 288,40 Dolar AS Per Ton
“Mereka menuangkan cat minyak aseton di semua kompartemen dia. Mata dia iritasi,” demikian laporan surat kabar Rusia, Novaya Gazeta, yang dipimpin Muratov seperti dilansir Reuters.
Tak hanya menyiram cat merah, pelaku penyerangan juga meninggalkan pesan peringatan kepada Muratov.
“Muratov, ini untuk Anda dari anak-anak Anda,” tulis penyerang itu.
Pekan lalu, surat kabar Novaya Gazeta mengumumkan telah menangguhkan aktivitas online dan cetaknya sampai agresi di Ukraina berakhir. Pernyataan itu muncul setelah peringatan kedua dari pemerintah Rusia.
Sejumlah media independen di Rusia terus mengalami tekanan usai Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari lalu.
Beberapa aktivis oposisi dilaporkan menerima ancaman tertulis di pintu-pintu apartemen mereka.
Rusia bahkan mengesahkan undang-undang baru yang semakin mengontrol ketat dan membatasi kebebasan media di negeri beruang merah, terutama mengenai laporan invasi Moskow ke Ukraina. UU itu bahkan dapat mengkriminalisasi media yang dinilai Rusia menyebarkan “berita palsu” soal perang di Ukraina.
Sejak pertama invasi hingga hari ini, rentetan ledakan terjadi di Ukraina. Pertempuran berkecamuk dan korban tewas terus berjatuhan.







