Ribuan Data Pemerintah RI Diduga Bocor, Termasuk Prakerja, Pajak, Kemdikbud hingga CPNS

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Akibat infeksi program berbahaya atau malware, sebanyak 878.319 kredensial atau data rahasia dari 34.714 situs pemerintah Republik Indonesia bocor.

Kebocoran data pemerintah RI itu seperti kicauan Dark Tracer dalam media sosial Twitter.

“Laporan Intelijen Q1 2022 – Pemerintah,” kicau akun Dark Tracer, Jumat (8/4/2022).

“878.319 kredensial dari 34.714 situs pemerintah telah bocor dari pengguna yang terinfeksi malware pencuri RedLine pada Q1 2022,” lanjut akun tersebut.

# Baca Juga :PERANG Terbuka Hacker Anonymous Terhadap Rusia, Retas Data Kemenham, Russia Today Macet dan Bajak Kapal Pesiar Milik Putin

# Baca Juga :Hilang 1 Abad Lalu, Kapal Kayu Ernest Shackleton Ditemukan dalam Keadaan Utuh di Antarktika

# Baca Juga :Satu Rumah di Bati-bati Digerebek, Satpol PP Tala Amankan PSK dan Pasangan

# Baca Juga :HEBOH! Shah Rukh Khan Dituding Meludah di Upacara Kremasi Penyanyi Lata Mangeshkar

Akun pemantau kebocoran data ini melanjutkan, “Jika organisasi GOV membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami.”

Dari data yang dikumpulkan Dark Tracer, sejumlah situs pemerintah RI menjadi korbannya, antara lain situs dashboard.prakerja.go.id (17.331 kredensial), ssso.datadik.kemdikbud.go.id (15.729 kredensial), info.gtk.kemdikbud.go.id (10.761), djponline.go.id (10.409).

Selain itu, mysapk.bkn.go.id (7.027), daftar-sscasn.bkn.go.id (6.770), ereg.pajak.go.id (5.083), paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id (5.042), dan sscndaftar.bln.go.id (4.715).

Selain situs RI, sejumlah domain pemerintahan asing juga menjadi korban. Misalnya, giris.turkiye.gov.tr (15.313 kredensial), login.caixa.gov.br (12.680).

Sejauh ini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) belum merespons upaya konfirmasi CNNIndonesia.com terkait kasus ini.

editor : NMD
sumber : CNN Indonesia