MARTAPURA, kalimantanlive.com – Bubur yang selalu ada di setiap waktu berbuka menjadi ciri khas ramadhan di Kalsel.
Tradisi Ramadhan ini masih bertahan di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), memasaknya pun secara bergotong- royong.
Bubur Ramadhan ini hanya ada setiap bulan puasa.
Bahannya diracik kalangan perempuan, kemudian memasaknya kalangan lelaki.
BACA JUGA: Buka Puasa Ditemani Kesegaran Es Doger, Begini Cara Membuatnya
Lokasi memasaknya di halaman rumah yang menjabat Ketua Kumpulan yang menyajikan bubur Ramadhan.
Bubur Ramadhan dimasak di dua kuali besar.
Dana membeli bahan bubur Ramadhan hasil urunan masyarakat Desa Tunggul Irang Ulu.
Satu kuali untuk jatah jemaah musala berbuka puasa dan satu kuali diberikan secara cuma-cuma kepada warga yang ingin mencicipi.
Sebelum waktu berbuka puasa, jatah bubur Ramadhan di kuali umum sudah ludes diberikan kepada warga masyarakat sekitar.
BACA JUGA: Takjil Berbuka Puasa, Risol Mayo yang Sedap, Membuatnya Mudah, Ini Resepnya
Sementara itu, bubur Ramadhan juga dijual pedagang di Jalan Irigasi, Kelurahan Tanjung Rema Darat, Kecamatan Martapura.
Bubur Bunda, pedagang bubur Ramadhan itu mangkal di dekat jembatan irigasi Sekumpul.
Ada sejumlah perempuan yang melayani para pembeli bubur Ramadhan untuk persiapan berbuka puasa.
Harga bubur Bunda satu porsi dijual hanya Rp 6000 dan setengah porsi Rp 4000.
Setengah porsi saja cukup kenyang untuk berbuka puasa.
Editor: M Khaitami
Sumber: Banjarmasinpost.co.id










