“Kami meminta guru tidak perlu khawatir,” ujar Anang.
Pancasila diajarkan mulai PAUD hingga SMA/sederajat
Anang menjelaskan, masuknya Pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum merupakan upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila yang diajarkan kepada setiap jenjang pendidikan.
Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD)/sederajat, Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat, Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat, dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Adapun pelajar Pancasila sendiri, adalah perwujudan pelajar Indonesia yang memiliki semangat belajar sepanjang hayat, memiliki kompetensi global, serta berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Bukan sekadar teori
Pembelajaran Pendidikan Pancasila nantinya juga bukan hanya sebatas teori, melainkan disertai proyek atau praktik nyata.
Hal ini bertujuan agar anak-anak didik bisa memahami dan mengambil pelajaran secara langsung dari apa yang mereka praktikan.
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sendiri telah menyusun 15 buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan, sebanyak 70 persen dari isi buka tersebut, merupakan praktik ber-Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, bagaimana menindaklanjuti gotong royong, cara berkeadilan sosial, dan sebagainya. Sementara 30 persen lain, merupakan teori Pancasila, seperti sejarah Pancasila.
editor : NMD
sumber : kompas.com







