BANJARMASIN, kalimantanlive.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan, sudah menyiapkan uang tunai Rp 2,5 Triliun periode Ramadan dan Idul Fitri 1443 H.
Namun untuk penukaran di Bank Indonesia, ada batasan bagi warga yang ingin menukarkan uang baru.
Dijelaskan Kepala Perwakilan BI Kalsel, Imam Subarkah, Senin (11/4/2022), maksimal penukaran per orang dibatasi Rp 3,8 juta di mobil kas keliling Bank Indonesia yang ditempatkan di Taman Kamboja Banjarmasin.
“Perorang dengan nominal segitu, bisa menukarkan 1 ikat pecahan Rp 20 ribu, Rp 1 ikat pecahan Rp 10 ribu, 1 ikat pecahan Rp 5 ribu, 1 ikat pecahan Rp 2 ribu, 1 ikat pecahan seribu rupiah,” kata Imam Subarkah.
Dijelaskan dia untuk warga yang menukarkan uang baru di mobil kas keliling dengan metode pendaftaran online, pembatasan 100 orang per hari.
“Tujuannya dibatasi bagi warga yang mau menukar agar tidak menyebabkan kerumunan terlebih masih dalam situasi pandemi Covid 19,” jelas Imam Subarkah.
BACA JUGA: Ade Armando Dikeroyok di Tengah Aksi Demo Mahasiswa, Saksi Mata: Sebut Pelaku Kelompok Perusuh
Dijelaskan dia, jika dibandingkan tahun sebelumnya, penyediaan angka uang meningkat 15% dibandingkan tahun 2021.
Cara menukarkan uang di mobil kas keliling, masyarakat wajib mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR dengan tautan sebagai berikut https://pintar.bi.go.id
Pemesanan menggunakan NIK-KTP, dapat dilakukan mulai H-7 sampai maksimal pukul 23.00 WITA 1 (satu) hari sebelum tanggal pelaksanaan penukaran kas keliling.
Mekanisme pemesanan diatur sebagi berikut: Akses https://pintar.bi.go.id kemudian pilih menu layanan kas keliling.
Pilih provinsi Kalimantan Selatan, kemudian menentukan lokasi dan waktu Penukaran.
Pada menu data pemesan, isi dengan data diri.
Pada menu pecahan uang, isi jumlah lembar uang yang akan ditukarkan.
Selesai, pemesan akan memperoleh bukti pemesanan dan wajib ditunjukkan saat melakukan penukaran.
Masih Imam Subarkah, penukaran uang di Mobil Kas Keliling di Lapangan Kamboja Banjarmasin (depan Kantor Kelurahan Banjarmasin Tengah) pada tanggal 5, 11, 12, 18, 19, 25 dan 26 April 2022.
“Kami buka layanan ini kembali, setelah ditiadakan selama 2 (dua) tahun akibat pandemi. Sebagai wujud digitalisasi dan untuk menghindari kerumunan, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) sebelum hadir ke lokasi kas keliling,” urainya.
Bagi warga Kalsel yang kesulitan menukarkan di mobil kas keliling di Lapangan Kamboja, Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Selatan, juga mengkerjasamakan penukaran uang di Perbankan.
BACA JUGA: Hari Ini, Masyarakat Banjarmasin Bisa Menerima Pencairan BLT Minyak Goreng di Kantor Pos
“Rincian banknya, terdiri dari 28 Bank Umum dan 15 BPR yang dimulai sejak 4 sampai 28 April 2022. Kegiatan tersebut tersebar di 198 titik layanan penukaran (168 titik layanan bank umum dan 30 titik layanan BPR),” jelasnya.
Bank Indonesia terus mengajak masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.
Cinta Rupiah dengan mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah, merawat Rupiah serta menjaga Rupiah.
Bangga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, alat pembayaran yang sah dan pemersatu Bangsa.
Sedangkan Paham Rupiah sebagai alat bertransaksi, berbelanja dan berhemat.
Imam Subarkah juga berpesan kepada masyarakat agar memperlakukan Rupiah dengan 5 JANGAN (Jangan dilipat, Jangan dicoret, distapler, Jangan diremas dan Jangan dibasahi) serta kenalilah ciri-ciri keaslian uang Rupiah dengan 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang).
“Selain itu, pada momen Ramadan dan Idul Fitri lebih bijaklah dalam berbelanja sesuai kebutuhan saja. Selanjutnya, kami juga mendorong masyarakat untuk berbelanja menggunakan pembayaran non tunai karena lebih aman. Tidak perlu berbelanja berlebihan karena Bank Indonesia dan Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah akan senantiasa memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang,” jelas Imam Subarkah.
Editor: M Khaitami
Sumber: Banjarmasinpost.co.id







