Sedangkan, untuk kronologi kejadian di kosan ini, para penghuni dan pemilik sempat mendengar bunyi yang cukup keras.
“Kemarin itu, subuh sempat terdengar dentuman keras di sekitar lokasi yang miring itu,” jelas Nia.
Namun kala diperiksa oleh ayahnya, tidak ada hal yang mencurigakan ditemukan.
Ternyata pada Senin siang itulah musibah terjadi di kosan tersebut.
“Untuk kerugian kita juga kurang tahu berapa pastinya,” tutup Nia.
Dikonfirmasi terpisah, Komandan regu lapangan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), M Ilham menuturkan, dari hasil pengamatan saat ini kondisi bangunan cukup memprihatinkan.
“Pasalnya kemiringan bangunan hampir 45 derajat. Kita juga lakukan evakuasi dengan peralatan vertikal,” ungkapnya.
Ia menduga, kondisi tanah rawa yang labil di sekitar bangunan membuat rumah kos tersebut rubuh.
Tidak hanya itu, bangunan yang diketahui bertingkat tersebut diduga memiliki beban yang berlebih.
“Sepertinya pondasi juga lemah, karena tanah kita rawa. Dan beban bangunan juga ini karena bertingkat. Beruntung ada tembok yang menghalangi robohnya bangunan,” tutupnya.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







