JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi mendadak langka disejumlah wilayah di Indonesia.
Hal itu membuat konsumen khususnya sopir truk harus mengantre lama untuk mendapatkan solar bersubsidi.
Bahkan di Balikpapa, Kalimantan Timur ratusan sopir truk berunjuk rasa di pintu masuk Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT Kilang Pertamina Internasional Balikpapan memprotes langkanya solar, Rabu (23/3/2022).
# Baca Juga :Perbedaan BBM Jenis Diesel Solar, Dexlite dan Pertamina Dex, Mana yang Cocok dengan Mesin Kamu?
# Baca Juga :Sulit Mendapat BBM Solar, Puluhan Sopir Truk Angkutan di Banjarmasin Ancam Mogok
# Baca Juga :WADUH! Kendaraan Berbahan Bakar Bensin dan Solar Dilarang Masuk ke IKN, Ini Alasan Jokowi
# Baca Juga :Ratusan Sopir Kalsel Gelar Aksi Demo Terkait Solar Langka: Ngantri Tiga Hari Tiga Malam di SPBU
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku menemukan adanya praktik curang yang dilakukan oleh kendaraan-kendaraan dalam membeli solar subsidi.
Hal itu ditemukannya saat melakukan inspeksi di SPBU Bengkulu dan Medan pada Minggu (10/4/2022).
Kecurangan tersebut seperti banyaknya angkutan industri yang mengisi solar subsidi, serta adanya modifikasi kapasitas tangki kendaraan.
Praktik-praktik itu yang pada akhirnya dinilai Arifin berperan besar membuat kelangkaan solar subsidi.
“Biosolar ini kan subsidi. Harusnya diperuntukkan bagi yang berhak bukan untuk industri. Banyak kita temui di lapangan, (BBM subsidi) banyak dipakai untuk angkutan industri. Ini mengakibatkan berkurangnya jatah BBM (subsudi) bagi masyarakat umum,” ujar Arifin seperti dikutip dalam keterangannya, Senin (11/4/2022).
Menurut dia, terdapat praktik curang modifikasi kapasitas tangki kendaraan yang turut berperan besar atas terjadinya kelangkaan solar. Untuk itu pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi terhadap sistem dan infratruktur yang ada saat ini.
Ia mengatakan, mengacu pada lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian Dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, pada dasarnta konsumen pengguna solar subsidi telah diatur dengan jelas, sehingga masyarakat diminta untuk mematuhinya.
Oleh sebab itu, dia menekankan, pemerintah meminta masyarakat lebih pro-aktif apabila terjadi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan.







