Anggota DPR RI Ini Tak Setuju dengan Narasi Ade Armando yang ‘Ngeri-Ngeri Sedap’

KALIMANTANLIVE.COM – Insiden pengeroyokan Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), Ade Armando, saat demonstrasi tolak masa jabatan Presiden Joko Widodo 3 periode tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni.

Menurut Ahmad Sahroni, ia kurang sependapat dengan narasi ‘ngeri’ yang disampaikan Ade Armando dalam sejumlah pernyataan yang dilontarkan di sejumlah kesempatan.

# Baca Juga :Ade Armando Dikeroyok di Tengah Aksi Demo Mahasiswa, Saksi Mata: Pelaku Kelompok Perusuh

# Baca Juga :POLEMIK Pengeroyokan Ade Armando, Ada yang Mengutuk dan Ada Pula Sebut Alhamdulillah, Alhamdulillah

# Baca Juga :VIRAL Try Setia Budi Warga Lampung Disebut Pemukul Ade Armando, Kepala Kampung: 2 Tahun Tak Kemana-mana

# Baca Juga :BI Kalsel Siapkan Uang Cetakan Baru Rp2.5 Triliun, Penukaran Dibatasi Rp3,8 Juta Per Orang

Namun, menurutnya, narasi-narasi yang disampaikan Ade tersebut harus dibalas dengan narasi juga.

“Saya juga kadang kurang sependapat dengan statemen Ade Armando yang ngeri-ngeri sedap. Tapi menurut saya jelas, narasi harus dibalas narasi. Tidak dengan makian, hinaan, teror, apalagi kekerasan. Mau sebenar apapun kita, akan jadi salah bila disampaikan dengan kekerasan,” ujar Sahroni kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/4).

Ia pun meminta tidak ada yang terprovokasi atas kejadian pengeroyokan Ade. Sahroni juga mendesak polisi fokus untuk menangkap para pelaku tindak kekerasan di tengah aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto pada Senin (11/4).

Pasalnya, menurutnya, beredar informasi bahwa pelaku tindak kekerasan tersebut bukan berasal dari kalangan mahasiswa.

“Dikabarkan bahwa yang melakukan tindakan kekerasan bukan mahasiswa, ada oknum lain. Saya harap mereka-mereka ini segera ditangkap dan ditindak tegas,” ujarnya.

“Jangan sampai kasus ini jadi bahan provokasi. Saya pun akan turut mengawal kasus ini hingga tuntas,” tambah Sahroni.

Ade sebelumnya dikeroyok sejumlah orang hingga babak belur pada Senin (11/4). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E. Zulpan menyatakan enam tersangka pengeroyokan Ade bukan mahasiswa.

Zulpan menyebut mereka juga bagian dari aliansi BEM SI.

Zulpan mengatakan pemukul Ade merupakan penyusup dalam demo. Namun, ia tak membeberkan lebih lanjut latar belakang para tersangka itu.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan dua tersangka yang ditangkap berprofesi sebagai wiraswasta.