JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Sinyal bakal naiknya harga Pertalite dan Solar sudah terlihat karena beberapa pekan lalu pemerintah menaikkan harga Pertamax sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia yang sudah mencapai 100 dollar AS per barrel.
Bahkan, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut, untuk jangka menengah dan panjang, akan dilakukan penyesuaian harga Pertalite, minyak Solar.
Selain itu Menteri ESDM bakal mempercepat bahan bakar pengganti seperti KBLBB, BBG, bioethanol, bioCNG
# Baca Juga :Solar Subsidi Langka, Menteri ESDM Temukan Kecurangan Kendaraan saat Beli BBM di SPBU
# Baca Juga :Perbedaan BBM Jenis Diesel Solar, Dexlite dan Pertamina Dex, Mana yang Cocok dengan Mesin Kamu?
# Baca Juga :BREAKING NEWS BBM Premium Resmi Dihapus Pemerintah, Ayo Beralih ke Pertalite dan Pertamax! Segini Harganya
# Baca Juga :Sulit Mendapat BBM Solar, Puluhan Sopir Truk Angkutan di Banjarmasin Ancam Mogok
“Dan mempercepat bahan bakar pengganti seperti KBLBB, BBG, bioethanol, bioCNG, dan lainnya,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, Rabu (13/4/2022).
Lebih lanjut, ia menjelaskan kenaikan minyak dunia karena ada ketegangan geopolitik global.
Kondisi terkait membuat rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) per-Maret 2022 mencapai 98,4 dolar AS per barel.
“Adapun rata-rata crude price Aramco untuk elpiji telah mencapai 839,6 dolar AS per metrik ton di mana asumsi awal kami di tahun 2022 hanya sebesar 569 dolar AS per metrik ton,” ujar Arifin.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan rencana lain. Selain menyesuaikan harga Pertalite dan Solar, mereka juga bakal menyiapkan strategi jangka pendek untuk menambah kuota jenis BBM bersubsidi tersebut.
Rencananya pemerintah bakal menambah kuota Pertalite dari 5,45 juta kiloliter menjadi 28,50 juta kiloliter.
Langkah itu diambil karena kelebihan kuota realisasi penyaluran sebesar 14 persen pada periode Januari-Maret 2022.
Sementara itu, Solar diusulkan naik dari 2,28 juta kiloliter menjadi 17,39 juta kiloliter.
Penambahan ini juga dilaporkan mengalami kelebihan kuota realisasi peenyaluran sebanyak 9,49 persen pada periode Januari-Maret 2022.
Seperti diketahui, harga Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan seiring disubsidi oleh pemerintah, meski produk BBM lainnya yang nonsubsidi sudah mengalami kenaikan per 1 April 2022 lalu sebagai respons kenaikan harga minyak dunia.
Harga Pertalite saat ini masih banderol Rp 7.650 per liter, sementara Solar masih dijual seharga Rp Rp 5.150 per liter.







