POTENSI Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Provinsi, BMKG: Kalsel, Kalteng, DKI Harus Waspada!

KALIMANTANLIVE.COM – Potensi terjadinya hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang bakal terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia pada hari ini, Jumat (15/4/2022).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk waspada akan kondisi cuaca ekstrem tersebut.

Dalam sistem peringatan dini cuaca, BMKG memprakirakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang, seperti Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, dan Maluku.

# Baca Juga :CUACA Kalsel Hari Ini, BMKG: 24 Wilayah di Indonesia Berpontensi Hujan Lebat Disertai Angin

# Baca Juga :Cuaca Ekstrem 29 Wilayah, Sabtu 9 April 2022, BMKG: Kalsel dan Jakarta berpotensi Hujan, Petir dan Angin Kencang

# Baca Juga :PERINGATAN Dini BMKG Hari Ini Kamis 31 Maret 2022, Ini Daftar Kabupaten & Kota yang Alami Cuaca Ekstrem

# Baca Juga :WASPADA! 20 Wilayah Alami Cuaca Ekstrem, Selasa 29 Maret 2022, BMKG: Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang

Kemudian di Aceh, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Riau.

Lalu di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan pemerintah untuk segera melakukan langkah mitigasi secara komprehensif dan terukur guna menekan laju perubahan iklim.

Dwikorita mengatakan bila situasi saat ini terus dibiarkan maka kenaikan suhu di seluruh pulau utama di Indonesia dapat mencapai 4 derajat Celcius pada tahun 2100, empat kali dibandingkan zaman praindustri.

Dia menambahkan bahwa akibat kenaikan suhu ini, Puncak Jaya Wijaya di Papua yang pada 2020 memiliki ketebalan es sebesar 31,49 meter, maka pada 2025 diperkirakan es tersebut akan hilang sepenuhnya.

“Mitigasi harus dilakukan segera, tidak bisa ditunda-tunda karena situasi kekinian sangat mengkhawatirkan. Contohnya, Siklon Seroja yang terjadi di NTT tahun lalu, semestinya siklon tersebut tidak terjadi di wilayah tersebut, tapi akibat perubahan iklim siklon tersebut muncul,” ujar Dwikorita.

editor : NMD
sumber : CNN Indonesia