Gempa M 5,2 Guncang Halmahera Utara, Sejumlah Bangunan Milik Warga Rusak

KALIMANTANLIVE.COM – Bermagnitudo M 5,2, Gempa bumi tektonik mengguncang Galela Utara, Halmahera Utara, Maluku Utara, Senin (18/4/2022) pukul 10.04 WIB.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,0.

# Baca Juga :Gempa Bumi Susulan M 6,0 Guncang Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

# Baca Juga :Gempa Bumi Magnitudo 6.2 di Pasaman Barat Sumatera Barat Dirasakan Juga Warga Kota Padang hingga Bukittinggi

# Baca Juga :GEMPA Bumi Berkekuatan 5,2 SR Melanda Kecamatan Larantuka NTT Selasa 8 Desember 2021 Dini Hari

# Baca Juga :Warga Lombok Kaget Tiba-tiba Terdengar Suara Keras Lalu Bumi Berguncang, Ternyata Ada Gempa Berkekuatan M 4,6

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi mengatakan, episenter gempabumi ini terletak pada koordinat 1,97° LU ; 127,83° BT.

Lokasi tepatnya berada di darat wilayah Galela Utara, Halmahera Utara, Maluku Utara pada kedalaman 116 kilometer.

Bambang menjelaskan, dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” jelasnya.

Bambang menyebutkan, bahwa hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami dari gempa bumi yang terjadi.

Namun, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Galela dengan skala intensitas IV MMI.

Dengan getaran gempa bumi skala IV MMI tersebut, pada siang hari getarannya dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

Sementara itu, getaran akibat guncangan gempa bumi ini juga turut dirasakan di daerah Tobelo dengan skala intensitas II-III MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di daerah Desa Ngidiho, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara,” ujarnya.