Alhasil, satu tanggal tertentu pada hijriah bisa terjadi dua kali pada kalender masehi.
“Kalender matahari dan kalender lunar berjalan secara terpisah satu sama lain, dan berbeda. Kalender matahari tetap dengan matahari, sedangkan kalender lunar selalu 11 hari lebih pendek. Jadi memiliki dua Ramadhan adalah hasil alami dari memiliki dua kalender yang berbeda, ” kata Al Hariri, dikutip dari Gulfnews.
“Kalender diciptakan oleh manusia agar kita bisa memakainya sebagai patokan waktu. Orang-orang harus melihat dua Ramadan ini sebagai hal yang wajar,” imbuh dia.
Sebagai informasi, terdapat dua metode untuk menentukan awal bulan Ramadan. Metode itu ialah rukyatul hilal (pengamatan) dan metode hisab (perhitungan).
Rukyatul hilal merupakan proses pengamatan tampaknya hilal saat matahari terbenam menjelang awal bulan hijriah. Pengamatan ini dilakukan dengan mata telanjang ataupun menggunakan alat bantu seperti teleskop.
Hilal sendiri adalah fase bulan sabit setelah bulan baruyangtampak setelah matahari terbenam atau pada waktu maghrib.
Hal ini disebabkan intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding cahaya matahari serta ukurannya sangat tipis.
Aturan terbaru, Indonesia memakai 3 derajat hilal sebagai dasar penentuan bulan baru hijriah.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia







