RAMADHAN Terjadi 2 Kali di Tahun 2030, Kok Bisa? Ini Penjelasan Astronom Khaled al-Zaqaq

KALIMANTANLIVE.COM – Diprediksi Ramadhan 1451 Hijriah dan Ramadhan 1452 Hijriah sama-sama jatuh pada tahun 2030 Masehi.

Lho, bagaimana bisa itu terjadi?

Astronom asal Arab Saudi Khaled al-Zaqaq yang memprediksi tahun 2030 Masehi terjadi dua kali Ramadhan

# Baca Juga :Tradisi Ramadhan di Kabupaten Banjar, Warga Satu Kampung Ramai-ramai Memasak Bubur untuk Berbuka

# Baca Juga :Ramadhan 1443 H, Inilah 7 Manfaat Kurma bagi Kesehatan, Cocok Dikonsumsi Saat Berbuka Puasa

# Baca Juga :ASN Dilarang Bukber di Ramadhan 1443 Hijriah, Begini Pedoman Resmi Ibadah Ramadhan 2022

# Baca Juga :TIPS Menghilangkan Haus Tanpa Membatalkan Puasa Ramadhan

Pada dasarnya, penentuan Ramadan, dan bulan-bulan hijriah lainnya, memakai dasar perputaran bulan terhadap bumi.

Sementara, kalender masehi memakai patokan perputaran bumi terhadap matahari.

Dikutip dari Al Arabiya, perbedaan antara dua kalender ini berarti Ramadan akan jatuh dua kali dalam satu tahun masehi atau gregorian kira-kira setiap 30 tahun.

Fenomena dua kali puasa dalam satu tahun masehi terakhir kali terjadi pada 1997 dan 1965.

Setelah 2030, diperkirakan fenomena ini akan terjadi lagi pada 2063.

Menueut Khaled, pada 1451 H, Ramadan akan dimulai 5 Januari 2030. Ramadan 1452 H akan jatuh pada 26 Desember 2030.

Dengan perhitungan itu, umat Islam akan berpuasa selama sekitar 36 hari pada tahun 2030.

Rinciannya, puasa 30 hari untuk tahun 1451 H dan puasa enam hari untuk tahun 1452 H.

CEO Dubai Astronomy Group Hassan Ahmed Al Hariri menjelaskan dua Ramadhan dalam satu tahun itu merupakan fenomena biasa karena tahun hijriah 11 hari lebih pendek daripada tahun masehi.

Diketahui, tahun lunar alias hijriah berlangsung selama 354 atau 355 hari dan tahun masehi berlangsung 365 hari.

News Feed