PELAIHARI, kalimantanlive.com – Jelang lebaran dan diperbolehkannya mudik, Pemkab Tala tak hanya mengawasi ketersediaan dan harga bahan pangan.
Diskopdag Tala juga mengawasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terutama yang berada di perlintasan jalur mudik.
Setidaknya pada Selasa kemarin pengawasan terhadap SPBU mulai dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Tala. Objek pengawasan yakni pada ketepatan takaran pompa bahan bakar minyak.
Sulaiman, warga Pelaihari, mengapresiasi langkah tersebut karena bisa saja lantaran terlalu lama digunakan sehingga kemudian alat ukur pompa BBM menjadi berubah.
Karena itu perlu dicek dan dikalibrasi ulang jika terjadi ketidaktepatan.
“Selain itu yang tak kalah penting kalau menurut saya yakni tentang pengisiannya ke tangki kendaraan jangan sampai kurang. Kan, kadang ada terjadi misal kita bilang beli Rp 20 ribu tapi angka yang keluar di layar tak sampai segitu walau kurangnya tak seberapa cuma puluhan rupiah,” sebutnya, Rabu (20/4/2022).
Jam buka layanan SPBU menurutnya juga perlu diperluas lagi setidaknya selama momen libur lebaran mendatang.
“Kalau bisa sih 24 jam bukanya khusus selama hari raya nanti. Maklum kan banyak warga yang bepergian,” tandasnya.
Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian pada Diskopdag Tala Abdillah menuturkan kegiatan pengawasan takaran di SPBU juga merupakan arahan Direktorat Metrologi pada Kementerian Perdagangan.
“Sekaligus kami menindaklanjuti perintah Bupati Tala kepada SKPD (satuan kerja perangkat daerah) agar melakukan pengawasan menjelang lebaran,” ucapnya.
Pejabat eselon III ini mengatakan melalui kegiatan itu pihaknya ingin memastikan SPBU di Tala yang berada pada jalur mudik mampu memberi takaran kepada konsumen sesuai kriteria standar.
BACA JUGA: Mendag Lutfi Paling Keras Teriak Mafia Migor, Ternyata Anak Buahnya Jadi Tersangka Korupsi
Pada Selasa kemarin ia dan jajarannya melakukan pengawasan di SPBU di wilayah Kelurahan Saranghalang, Pelaihari.
“Alhamdulillah saat kita lakukan pengukuran sudah memenuhi kriteria,” tandas Abdillah.
Ditegaskannya masyarakat terutama bagi konsumen SPBU di perlintasan jalur mudik agar tidak perlu khawatir terhadap hasil takaran yang diberikan oleh petugas SPBU.
“Setelah kami lakukan pengawasan yakin saja takaran yang didapat masyarakat sudah sesuai yang diharapkan,” sebut Abdillah.
Pengawasan terhadap SPBU bakal terus dilakukan hingga mendekati lebaran nanti.
Total ada sebanyak enam titik SPBU yang diawasi diantaranya dua titik di Kecamatan Pelaihari, dua titik di Kecamatan Jorong, dan masing-masing satu titik di Kecamatan Tambangulang dan Kecamatan Batibati.
Editor: M Khaitami
Sumber: banjarmasinpost.co.id







