MARTAPURA, KALIMANTANLIVE.COM – Ambruknya Alfamart di Jalan A Yani Km 14 Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ternyata berlangsung tragis.
Pasalnya ada lima orang yang meninggal dunia dan sembilan orang masuk rumah sakit akibat peristiwa itu.
Salah seorang korban selamat dalam insiden ambruknya Alfamart Gambut itu adalah Fahrulreza.
# Baca Juga :Korban Meninggal Terakhir Ambruknya Alfamart Gambut Berpuasa 14 Jam, Ini Perminta Terakhir Hanafi
# Baca Juga :Korban Ahmad Nayada Bukan Karyawan Alfamart Gambut yang Ambruk, Tapi Pegawai Distributor Alat Berat
# Baca Juga :Polda Kalsel Angkat Bicara Soal Jumlah Korban Runtuhnya Alfamart Gambut, Ternyata 2 Masih Hilang
# Baca Juga :BREAKING NEWS Korban Terakhir Ambruk Alfamart Gambut Ditemukan, Akbar Riansyah Tewas Dekat ATM
Fahrulreza, salah satu korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan Alfamart Ambruk itu menceritakan kisahnya bertahan di bawah puing bangunan.
Reza mengawali ceritanya dalam dialek Banjar. Pada hari kejadian, Senin (18/4/2022), dia bermaksud ke rumah kawannya di Kabupaten Banjar untuk menghadiri acara buka puasa bersama.
Dia pun berangkat dari rumahnya menggunakan sepeda motor dan janjian dengan kawannya yang lain di daerah Pematang, Banjar.
Merasa uang yang dibawanya kurang, Reza kemudian mampir di Alfamart untuk menarik saldo dan membeli masker.

Reza menuturkan, tidak ada firasat sama sekali jika Alfamart yang dikunjunginya itu akan ambruk.
“Dalam Alfamart, posisi di situ antre banyak pembeli. Saya antre di bagian kasir paling ujung,” ujar Reza kepada awak media, Rabu (20/4/2022).
Reza mengaku cukup lama antre. Tidak lama, dia dan pengunjung lainnya mendengar bunyi cukup keras seperti benda besar yang jatuh dari lantai dua.
“Awalnya saya kira pegawai Alfamart di lantai dua sementara membongkar barang. Tapi kok lantai di bawah tempat kami ikut bergetar,” jelasnya.
Merasakan getaran yang kuat, sejurus kemudian Reza kembali mendengar empat kali bunyi patahan yang juga cukup keras.
“Dalam hitungan detik semuanya roboh,” ucapnya.
Setelah ambruk, Reza mendengar teriakan orang-orang yang minta tolong, salah satunya suara seorang perempuan yang ternyata pegawai Alfamart.
Walau dalam keadaan terjepit, Reza masih sempat mengeluarkan telepon genggam miliknya dan merekam perempuan yang terjepit tak jauh darinya.
Reza kemudian meraih tangan perempuan tersebut.
“Semuanya gelap, saya mendengar ada suara perempuan kesakitan. Saya gunakan senter HP ke bawah dan ternyata ada pegawai Alfamart yang terjepit,” bebernya.
Agar pertolongan cepat datang, Reza kemudian berinsiatif merekam keadaan mereka di bawah reruntuhan.
Sambil berpegangan tangan, rekaman itu kemudian dia kirim ke beberapa kawannya dengan maksud memberi tahu bahwa dia berada di bawah puing Alfamart ambruk.
Video Reza merekam kejadian itu kemudian viral di media sosial.
“Saya berusaha memvideo dan memfoto kami supaya lekas ditemukan dan kami berusaha bertahan semampu kami,” ungkapnya.
Karena rekaman videonya itu, posisi Reza dan perempuan tersebut diketahui posisinya.
Tim evakuasi akhirnya berhasil mengeluarkan Reza dan karyawan Alfamart itu setelah berjibaku selama 4 jam.
“Sekali lagi saya berterima kasih kepada semua tim evakuasi yang telah menyelamatkan kami dan juga orang-orang yang telah mendoakan kami,” tutupnya.
Setelah dirawat di Rumah Sakit Sultan Agung Banjarbaru, kondisi Reza berangsur membaik.
Reza hanya mengalami luka ringan dan sesak nafas diduga karena cukup lama terpapar debu puing bangunan.
editor : NMD
sumber : kompas.com









