Sementara itu, Ketua Umum DPD IMM Kalsel, Laili Masruri menambahkan gagasan mendirikan BUMD, hasilnya tentu tidak serta merta langsung jadi karena harus melalui kajian, menyerap aspirasi dari masyarakat dan potensi wilayah di Kalsel.
“Potensi itu ada namun bagaimana kita bisa menjadikanya nyata demi kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Dia menyatakan, Cipayung Plus akan terus mengawal dan mengawasi hasil pembahasan dalam rapat ini selama satu bulan lamanya.
BACA JUGA: Bang Dhin : Bank Kalsel Siap Buka Kantor Pembantu di Sungai Durian, Minta Pemkab Kotabaru Fasilitasi
“Rakyat kecil tak kenal data, mereka hanya tahu harga-harga naik. Oleh karena itu kita akan bersurat lagi dalam satu bulan bagaimana hasilnya,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin mengatakan terkait gagasan mendirikan BUMD ketahanan pangan akan melakukan konsultasi dan koordinasi untuk dibahas bersama-sama di tingkat eksekutif dan legislatif.
“Tentu kita akan minta masukan dari teman-teman Cipayung Plus, agar dapat terealisasi,” ucapnya.
Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Bang Dhin berharap jika BUMD ini terwujud persoalan pangan di Kalsel dapat teratasi dan tidak terjadi lagi seperti kelangkaan minyak goreng dan lain sebagainya.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian







