“Saya kemudian melompat lewat pagar karena takut mobil terbakar. Setelah itu, saya duduk sebentar di pinggir jalan,” ucapnya.
Saat sedang menenangkan diri di pinggir jalan, kakak kandungnya lewat. Ahmad pun minta diantar ke pondok pesantren.
“Saya tidak mau diwawancara dan dikerubuti. Karena itu, saya minta abang saya antar ke Pondok Pesantren Darul Quran Fantastis Citayam,” jelasnya.
Ahmad Yasin tidak mengalami cedera berat, hanya memar di pinggang dan luka-luka kecil di tangan dan kaki.
Ahmad Yasin menegaskan saat kejadian itu palang pintu di perlintasan sebidang Jalan Rawa Geni belum diturunkan.
“Saat hendak melewati pintu perlintasan kereta api Rawageni, palang perlintasan tidak ditutup. Jadi saya tidak menerobos palang pintu perlintasan,” kata Ahmad dilansir dari Warta Kota, Kamis (21/4/2022).
Ahmad Yasin pun mengaku baru pertama kali melewati perlintasan sebidang itu.
Kesaksian Petugas Penjaga Palang Pintu
Pengakuan yang disampaikan Ahmad berbeda dari keterangan penjaga palang pintu pelintasan KRL di Jalan Rawa Geni, Endi Rais.
Endi mengatakan, saat kejadian itu palang pintu pelintasan sudah setengah tertutup, tetapi pengemudi tersebut memaksa menerobos.
“Pas mobil sudah mau naik, saya sudah setop, (teriak) ‘awas-awas’, saya bilang gitu, tapi dia (sopir) main masuk (lewat) aja bawa mobil,” kata Endi kepada wartawan, Rabu.







