Dari bawah, sang ayah menyambut barang-barang tersebut untuk kemudian diletakkan ke tempat aman.
Sesaat sebelum kejadian, mahasiswa semester 2 di UIN Antasari itu merasakan getaran yang cukup hebat.
“Saat itu memang tidak beraktivitas lagi, masih rebahan main ponsel, tiba-tiba ada mendengar suara keras dari bawah, diiringi getaran di sekitar,” katanya.
Refleks saja Majidi langsung menyelamatkan diri ke luar dan pelan-pelan kata dia, bangunan mulai turun lalu semakin miring.
Setelah merasa cukup aman, ia pun mulai berani memasuki kamarnya dengan hati-hati untuk mengangkut barang-barang dibantu sang ayah.
Sementara itu, Sulis (48) ibunda Majidi, langsung berangkat dari Rantau, Kabupaten Tapin, menuju Banjarmasin untuk mendatangi sang anak.
“Begitu anak saya menelpon tadi pagi, kasih kabar kalau kosannya ambruk, saya dan suami langsung meluncur ke sini, khawatir juga sama anak,” kata Sulis.
“Alhamdulillah dia tidak kenapa-kenapa, cuma ya mesti cari kosan baru, sementara ini barang-barang kami akan angkut ke rumah temannya dulu,” tutup Sulis.
Ambruknya kosan di Jalan Mahat Kasan kawasan Gatot Subroto ini menandai insiden kedua bangunan yang ambruk di kota Banjarmasin.
Insiden pertama terjadi di Jalan Adhyaksa II RT 27, Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin Utara, kota Banjarmasin Senin (11/4/2022) silam.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







