Pasar Bogor yang biasanya kotor, semrawut dengan sepeda motor parkir di mana-mana, kendaraan yang membongkar muat, serta kendaraan yang melintas ditambah pedagang yang meluber ke jalanan, pada Kamis sore mendadak rapi.
Semua lebih tertata. Hanya tersisa dekil di tembok dan lantai pasar maupun ubin yang sudah gompal.
Gang-gang di sekitar Pasar Bogor pun tampak bersih.
Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Wali Kota Bogor Bima Arya pun disambut pedagang dengan sangat antusias.
Dari Pasar Bogor, Presiden Jokowi berjalan ke ujung Jalan Suryakencana sembari tetap membagikan BLT minyak goreng dan bantuan modal kerja.
Para pedagang, pramuniaga, maupun warga yang kebetulan berada di sekitarnya pun memanggil-manggil Presiden.
Beberapa orang beruntung mendapatkan kaus atau bisa berfoto bersama.
Dari ngabuburit yang dilakukan pada Kamis siang sampai sore tersebut, Presiden mendapatkan banyak keluhan dari warga.
Di Pasar Ciawi, misalnya, Yuli, guru honorer SD, menyampaikan keluhan akibat gajinya belum dibayar dua bulan. Dia juga meminta gaji guru honorer dinaikkan.
Presiden meminta Sekretaris Kabinet Pramono Anung untuk mencatatnya.
Di Pasar Bogor, dua pedagang menyampaikan keluhan sembari menangis. Mereka mengadukan pamannya yang ditangkap dan dipenjara akibat menolak pungli (pungutan liar).
Jokowi pun langsung meminta Kapolda Jawa Barat untuk mencari kejelasan soal kasus yang dimaksud.
editor : NMD
sumber : kompas.com








