5. Berdoa
Amalan berikutnya yang dapat dan dilakukan adalah memperbanyak doa kepada Allah SWT. Rasulullah SAW juga menyarankan Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa pada malam-malam itu.
Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan?”, beliau menjawab: “Ucapkanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani).
Keutamaan malam Lailatul Qadar
Berikut ini keutamaan malam Lailatul Qadar:
1. Lebih baik dari seribu bulan
Malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, seperti dalam firman Allah SWT:
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS Al Qadr ayat 3).
Tafsir Al Tabari menyebutkan pendapat Mujahid, yakni yang dimaksud lebih baik dari seribu bulan adalah amal, puasa, dan shalat malam yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar lebih baik dari amalan yang dilakukan selama seribu bulan.
2. Malam pengampunan dosa
Selain itu, malam Lailatul Qadar juga menyimpan keutamaan lain yakni dosa seorang Muslim akan diampuni. Tentu saja itu berlaku bagi setiap Muslim yang menghidupkan malam Lailatul Qadar.
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW mengatakan:
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari).
3. Malam penuh berkah
Malam Lailatul Qadar juga merupakan malam yang menyimpan beribu berkah, seperti yang tertulis dalam surat Al Dukhan ayat 3 sebagai berikut:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.” (QS Al Dukhan ayat 3).
4. Malam pencatatan takdir tahunan
Malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam pencatatan takdir, sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam surat Al Dukhan ayat 4:
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Al Dukhan ayat 4).
Adapun maksud dari ayat tersebut adalah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, seperti hidup, mati, rezeki, untung baik, untung buruk, dan sebagainya.
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa pada malam Lailatul Qadar akan dituliskan lauhul mahfuz.
Lauhul mahfuz merupakan penulisan takdir dalam setahun, mulai dari mencatat ajal, rezeki, serta segala sesuatu hingga akhir dalam satu tahun bagi umat manusia.
editor : NMD
sumber : kompas.com








