Ketua DPRD Kalsel H Supian HK : Mudik Lebaran Dorong Peningkatan Perekonomian Daerah

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H Supian HK menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang memberlakukan kembali mudik lebaran Idulfitri 1443 Hijriyah, pasca melandainya kasus pandemi Covid-19.

“Alhamdullilah mudik lebaran telah diperbolehkan oleh pemerintah pusat. Dengan mudik ini tentu membawa pengaruh ekonomi di daerah, antara lain meningkatkan perekonomian daerah karena terjadinya perputaran uang selama mudik tersebut,” kata Supian HK kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa (26/4/2022).

BACA JUGA:
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK : Kritik Pers Penting untuk Membangun, Bukan Saling Menjatuhkan

BACA JUGA:
H Supian HK Minta Ketua DPD Golkar HSU H Sahrujan Bisa Mencontoh Golkar Kabupaten Batola

Menurut Supian HK bagi keluarga atau sanak saudara yang bertugas di luar daerah atau berdomilisi di luar daerah, saat mereka balik kampung mudik lebaran selain bertemu keluarga di kampung juga membawa uang untuk dibelanjakan di daerah atau kampung halamannya.

“Uang yang dibelanjakan para pemudik akan meningkatan perekonomian di daerahnya,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar menyatakan kebijakan pusat itu dari sisi ekonomi membawa pengaruh bagi daerah, namun bagi para pemudik juga diingatkan selalu taati protokol kesehatan dan tetap menjaga situasi dan kondisi di daerah jangan sampai menimbulkan ke kisruhan.

“Jalinlah silaturahmi dengan saling maaf memaafkan di hari yang fitrah, kemudian hal-hal yang tidak diinginkan lebih baik dilupakan, semoga kembali dipertemukan di tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Dampak mudik lebaran ini bagi perekonomian daerah diharapkan juga terus berlanjut nantinya. Salah satunya dengan lebih memfokuskan kegiatan-kegiatan kedewanan di dalam daerah. Tujuannya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalsel.

“Seperti PAD DKI Jakarta kenapa bisa melonjak hingga Rp 70 triliun, karena selama ini salah satu sumber pendapatannya berasal dari uang daerah, uang tersebut dibawa dari daerah yang kemudian dibelanjakan di Jakarta,” ujarnya mencontohkan.