Secara terpisah, tabloid nasionalis Global Times melaporkan bahwa Ma yang ditangkap adalah direktur departemen penelitian dan pengembangan perangkat keras dari sebuah perusahaan IT yang dicuci otak oleh pasukan anti-China dari luar.
Hingga berita ini diturunkan, baik Alibaba Group maupun Ant Group, belum menanggapi permintaan komentar.
Kesimpangsiuran terjadi karena Jack Ma (57) hidup di bawah radar publik sejak keputusan penting oleh Pemerintah China menghentikan rencana IPO raksasa fintech Ant Group senilai US$35 miliar.
Tidak lama setelah kegagalan IPO, Ma langsung menghilang dari mata publik.
Setelah itu, Ma baru terlihat lagi pada Oktober 2021, saat ia dilaporkan menghadiri pertemuan bisnis di Hong Kong dan melakukan tur Eropa.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia









